Home / Berita / Warga Perantau Harus Dilayani

Warga Perantau Harus Dilayani

KOTAMOBAGU – Sekira 50-an warga pendatang yang sudah lebih dari enam bulan bermukim di Kelurahan Sinindian, Kotamobagu, dilayani untuk bisa memilih di daerah ini.

“Komisi Pemilihan Umum (KPU) memang diminta untuk mempermudah bagi perantau-perantau untuk menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 9 April 2014 mendatang. Perantau tidak harus pulang kampung ke daerah asalnya untuk melakukan pencoblosan,” kata Nayodo Koerniawan, Ketua KPU Kotamobagu, Rabu (02/014/14).

Menurut Nayodo, para perantau yang bekerja di perusahaan swasta maupun BUMN dapat menggunakan hak pilihnya di mana ia saat ini tinggal. Namun sebelumnya, tentu harus mengisi formulir pindah TPS atau surat A5 dengan melampirkan keterangan domisili di daerah kelurahan sekarang mereka tinggal.

Namun demikian, kata dia, Panitia Pemungutan Suara (PPS) tetap diimbau agar lebih teliti ketika hendak mengeluarkan formulir model A-5 (surat keterangan pindah memilih). “Untuk mendapatkan formulir model A-5, pemilih wajib menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP) atau identitas lain kepada petugas PPS di desa/kelurahan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa orang yang mengurus formulir model A-5 itu, benar-benar orang yang akan pindah memilih dan terdaftar sebagai pemilih di daerah tersebut.”

“PPS juga diminta untuk mengeceh ulang apakah yang bersangkutan masuk di daftar pemilih daerah asal. Bila ada di DPT maka tidak ada alas an PPS untuk tidak mengeluarkan A5 kepda yang bersangkutan.”

Sebagaimana diketahui, mobilitas penduduk saat ini sangat tinggi seiring dengan dinamika dan pembangunan daerah. Karena itu PKPU menetapkan bagi mereka yang dinas luar, tugas belajar, pindah domisili, sakit, bencana dan persoalan hukum yang mengakibatkan seseorang menjadi tahanan harus mendapatkan pelayanan untuk bisa memilih di daerah tujuan.

Yang pasti, kata PKPU, kejadian-kejadian tersebut tidak boleh menghambat seseorang untuk menggunakan hak pilihnya. Karena itu, dimanapun, mereka dapat menggunakan hak pilih dengan catatan mengurus formulir A-5 dari PPS asal.

Nah, setelah mendapatkan formulir model A-5, pemilih wajib melapor ke PPS tempat pemilih di TPS dimana ia akan menggunakan hak pilihnya, paling lambat tiga hari sebelum hari dan tanggal pemungutan suara. Pada saat pemilih melaporkan diri, PPS harus teliti membaca dokumen pemilih tersebut. (**)

Tabel
TAHAPAN URUS A5 BAGI PERANTAU

1. Formulir model A5-KPU diberi keterangan alasan pindah karena keadaan tertentu.
2. Formulir A5 dapat diurus di PPS asal, namun jika kesulitan mengurus ke PPS asal, maka pemilih dapat meminta formulir tersebut di KPU Kabupaten/Kota tujuan memilih.
3. Untuk meminta formulir A5 maka pemilih harus mengurus paling lambat hingga H-10 sebelum pelaksanaan pemilu, yaitu pada tanggal 31 Maret 2014.
4. Para pemilih pindahan itu hanya boleh dilayani pada satu jam terakhir sebelum penutupan pemungutan suara dilakukan, yaitu mulai pukul 12.00 WIB. Namun hal itu dapat dilakukan jika surat suara di TPS yang dituju masih tersedia.
5. Apabila TPS setempat sudah tidak menyanggupi maka, pemilih tersebut akan di pindah ke TPS terdekat, yang surat suaranya masih berlebih.
6. KPU Kabupaten/Kota tujuan harus berkoordinasi dengan KPU asal, agar yang bersangkutan di coret di TPS asalnya.
7. Pemilih yang telah mendapatkan formulir A5, melapor pada KPPS tujuan tempat pemilih selambat-lambatnya 3 hari sebelum pemilu dimulai. (**)

About Admin Website

Check Also

GCS Kota Kotamobagu

KOTAMOBAGU – Pelaksanaan Gerakan Coklit Serentak (GCS) sebagai bagian dari tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) …

Leave a Reply