TPS Akan Di-Marger

KOTAMOBAGU – Terkait dengan semakin dekatnya pelaksanaan pemilihan presiden (pilpres), komisi pemilihan umum (KPU) Kotamobagu akan mengundang PPS dan PPK.

Agung Adati, Sekretaris KPU Kotambagu, menjelaskan bahwa sesuai instruksi KPU RI, KPU Kabupaten/Kota diminta untuk sesegra mungkin menyerahkan draft data pemilih pemula serta data ganda K1 dan K2 kepada PPS maupun PPK untuk segera dilakukan pencocokan dan penelitian langsung ke rumah-rumah penduduk.

“Ini penting jangan sampai kejadian di pemilihan legislatif (pileg) terkait banyaknya nama ganda terulang lagi. Jadi harus dipastikan kembali,” tegas Agung kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (23/04/14).

Dia menambahkan bahwa pertemuan tersebut nantinya akan menjadi ajang evaluasi kinerja PPS dan PPK selama menjalankan tugas pada pileg 9 April lalu.

“Kami juga akan merekomendasikan bersama panitia pengawas pemilu (panwaslu) terkait track record kelompok panitia pemungutan suara (KPPS), kalau memang buruk maka dengan amat sangat untuk diganti. Namun kalau prestasinya bagus, maka akan diperpanjang,” jelas Agung.

Yang menarik, sebagaimana isntruksi KPU RI, pada pelaksanaan pilpres 9 Juli mendatang tempat pemungutan suara (TPS) tidak banyak lagi sebagaimana pileg, tetapi akan diperkecil jumlahnya.

“Karena dalam instruksi dijelaskan bahwa TPS bisa di-marger dengan batas maksimum pemilih sebanyak 500-800 orang. Asalkan masih dalam satu desa atau kelurahan yang jaraknya tidak terlalu jauh, secara otomatis ini akan memperkecil jumlah KPPS,” pungas Agung. (**)

Leave a Reply