Satu Pasangan dari Pargab Mendaftar

Satu Pasangan dari Pargab Mendaftar

KOTAMOBAGU – Hari pertama tahapan pendaftaran pasangan calon walikota dan wakil walikota Kota Kotamobagu dimanfaatkan oleh delapan gabungan partai politik yang ada di DPRD Kota Kotamobagu mendaftarkan calonnya.
Pasangan bakal calon walikota dan wakil walikota Kotamobagu atas nama; Tatong Bara dan Nayodo Kurniawan (TB-NK) resmi didaftarkan para pimpinan Parpol ke KPU Kota Kotamobagu, Senin (8/1/18) siang tadi. Parpol yang mengusung TBNK antara lain; PDI Perjuangan, PKB, PKS, Hanura, Gerindra, Golkar, Demokrat dan PAN.
Sayangnya, pendaftaran yang dilakukan pasangan TBNK sedikit terkendala dengan ketidakhadiran Ketua dan Sekretaris DPD II Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Kotamobagu.
“Mulanya dua partai yang terlambat memasukkan berkas dukungan pencalonan, yakni Partai Golkar, kemudian terakhir PAN. Partai Golkar tuntas karena memang Ketua DPD II Golkar Kota Kotamobagu datang terlambat. Hingga berita ini diturunkan rapat masih diskorsing, untuk menunggu surat keputusan dari DPP PAN terkait pengambilalihan proses pencalonan,” tegas Aditya Tegela, Ketua Divisi Teknis KPU Kota Kotamobagu kepada media ini.
Sebagaimana diketahui, KPU RI sudah menetapkan bahwa bagi partai politik yang tidak bisa menghadirkan pengurusnya dalam pencalonan tersebut, maka menghadirkan surat keputusan dari DPP partai yang bersangkutan dan langsung ditandatangani oleh Ketua Umum serta Sekretaris Jenderal. Nah, saat pendaftaran tersebut Ketua dan Sekretaris PAN Kota Kotamobagu tidak hadir untuk mendatangani dokumen pendaftaran, terpaksa harus digantikan Ketua Umum dan Sekjen PAN.
“Teknisnya surat KPU RI tertanggal 5 Januari 2018 sebagai penjelasan dari PKPU Nomor 3 Tahun 2017 tentang pencalonan. Disana dijelaskan bahwa pengambilalihan partai dengan menerbitkan keputusan pengambilalihan proses pencalonan tersebut,” jelas Aditya.
Intinya, lanjut Aditya, sleuruh surat-surat harus ditandatangani oleh Pimpinan Pusat partai pengusung, yakni Ketua Umum dan Sekretaris Jederal, “Tanpa itu kami tidak bisa memutuskan bahwa pencalonan pasangan Tatong Bara-Nayodo Koerniawan lengkap.” (**)