Home / Berita / Relasi Harus Punya ‘Relasi’

Relasi Harus Punya ‘Relasi’

KOTAMOBAGU – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Yessy Momongan, meng-apresiasi kerja relawan demokrasi (relasi) Kotamobagu yang dinilainya memiliki nilai lebih dari daerah lainnya.

Menurut Korwil Kotamobagu itu di daerah lain relasi-nya tidak lengkap sesuai segmen masyarakat yang ada. “Di Kotamobagu justru komplit. Ini harus jadi perhatian dan mudah-mudahan target menekan angka golput serta menaikkan angka partisipasi politik bisa tercapai pada Pemilu 2914 ini,” kata Yessy.

Karena itu, lanjut Yessy, saat memberikan pengarahan pada rapat evaluasi relasi Kotamobagu di Restoran Senator Kotamobagu, Sabtu (22/03/14), relasi harus memiliki ‘relasi’ yang kuat dengan masyarakat, terutama dalam rangka mensosialisasikan tentang perlunya memilih pada Pemilu 2014 jika ingin negara ini berubah.

Yang menarik, selain evaluasi kiner, ke-25 orang relawan dari latar lima segmen itu mendapat materi dari kalangan wartawan yakni Nico Paat (Komentar), Ahmad Ishak (Totabuan Online), Renza Bambuena (SINDO Manado) dan Ahmad Alheid (Pemerhati Sosial yang juga mantan wartawan). Intinya mereka berharap kepada relasi untuk bekerja maksimal ditengah kesimpangsiuran regulasi yang berubah-ubah.

“Kami yakin relasi bisa melaksanakan tugasnya mensosialisasikan soal pentingnya Pemilu ke masing-masing segmen. Relawan demokrasi ini merupakan ujung tombak sosialisasi dalam pemilu pada segmennya masing-masing sehingga mereka harus mengerti betul tentang proses demokrasi dan hal-hal terkait kepemiluan,” kata Nico Paat

Karena itu para relawan demokrasi harus lebih siap dalam menyosialisasikan pelaksanaan Pemilu Legislatif yang digelar pada 9 April 2014. “Relawan demokrasi hendaknya sudah mengerti benar apa tujuan diadakannya pemilu serta masalah-masalah yang dihadapi,” tambah Ahmad Ishak.

Sementara itu, Ahmad Alheid mengatakan terdapat berbagai tantangan yang dihadapi relawan demokrasi dalam menjalankan tugasnya menyosialisasikan pelaksanaan pemilu.

“Pemilu tiga kali yang diselenggarakan selama reformasi ternyata belum memenuhi tuntutan reformasi, juga ada masalah administrasi pemilih dan parpol yang menyediakan caleg tidak berkompeten.”

Nah, kondisi seperti itu, kata Alheid, jika tidak diantisipasi bisa mendorong terjadinya penurunan partisipasi pemilih dan menjadi tantangan berat untuk meyakinkan pemilih. “Yang paling mungkin dilakukan relawan adalah meyakinkan pemilih agar menggunakan hak pilihnya secara cerdas dan tidak bergantung pada janji-janji apalagi bantuan materi yang menjadikan hak pilih transaksional.”

Bahkan Ahmad Ishak menggarisbawahi bahwa relawan harus dapat meyakinkan pemilih untuk datang ke TPS meskipun hasilnya belum tentu mendatangkan kesejahteraan. Namun paling tidak proses reformasi kekuasaan bisa berjalan sesuai dengan mekanisme.

“Setiap relawan demokrasi tidak hanya dituntut memiliki kemampuan persuasif dalam mengajak para pemilih di daerah setempat agar mau menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2014, melainkan kualitas pemilih dalam menggunakan hak pilihnya juga semakin meningkat.” (**)

About Admin Website

Check Also

GCS Kota Kotamobagu

KOTAMOBAGU – Pelaksanaan Gerakan Coklit Serentak (GCS) sebagai bagian dari tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) …

Leave a Reply