Home / Berita / Quick Count Ala KPU

Quick Count Ala KPU

KOTAMOBAGU – Berbeda dengan sebelum-sebelumnya, pada gelaran pemilihan umum (pemilu) kali ini benar-benar transparan dan terbuka.

Selain pelaporan dana kampanye, yang sedang diupayakan kini adalah mempublikasikan secara terbuka plano hasil penghitungan suara di tempat pemungutan suara (TPS) pada hari H itu juga. “Inilah model quick count yang akan dilakukan KPU. Sasarannya agar masyarakat bisa mengetahui secara langsung hasil pemungutan suara,” kata Nayodo Koerniawan, Ketua KPU Kotamobagu, Rabu (12/02/14) di ruang kerjanya.

Transparansi yang dibangun oleh KPU, menurut Asep, semata-mata untuk memberikan kepada masyarakat bahwa tidak ada yang ditutup-tutupi dalam pelaksanaan pemilu, semua dilakukan terbuka dan diketahui secara bebas oleh publik. “Untuk pertama kalinya pula dalam sejarah penyelenggaraan pemilu di Indonesia, dokumentasi akan di scan di kabupaten/kota untuk kemudian dapat di akses publik. Semua ini seiring dengan semangat keterbukaan KPU untuk menyelenggarakan pemilihan umum yang jujur adil dan transparan,” kata Nayodo.

Kalau benar terjadi, sambung Nayodo, ini merupakan sejarah, bahkan sejarah dunia, mengingat pola keterbukaan yang dilakukan KPU belum pernah terjadi di negara manapun di jagad ini. Transparansi lain yang dibangun KPU adalah dengan mempublikasikan daftar pemilih, pemilih dipersilakan untuk mengecek sendiri namanya. “Memang tidak semua rakyat Indonesia melek internet, tapi setidaknya dari 82 juta pengguna internet di Indonesia, diantaranya pasti bisa membantu saudara-saudaranya dalam melihat daftar pemilih,” tambah Nayodo.

Yang paling menarik adalah KPU dengan rendah hati menerima dan mengolah semua masukan, sambil terus memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada, diantaranya masalah DPT dengan mencarikan nomor induk kependudukan (NIK) bagi pemilih yang belum memiliki NIK. Kemudian mencoret nama yang tidak punya hak pilih dari DPT, termasuk nama ganda, serta memasukkan nama yang punya hak pilih ke DPT Khusus maupun tambahan.

“Alhamdulillah KPU Kotamobagu baru saja menuntaskan persoalan DPT invalid. Kini semuanya sudah valid. Ada juga perbaikan itu lantaran masuknya sejumlah pemilih dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kotamobagu,” pungkas Nayodo. (**)

About Admin Website

Check Also

GCS Kota Kotamobagu

KOTAMOBAGU – Pelaksanaan Gerakan Coklit Serentak (GCS) sebagai bagian dari tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) …

Leave a Reply