Home / Berita / Proyeksi 2014: Kedepankan Integritas

Proyeksi 2014: Kedepankan Integritas

KOTAMOBAGU – Memasuki tahun politik 2014 banyak hal yang harus dipersiapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kotamobagu.

“Pemilu semakin dekat, kita semua harus meningkatkan kinerja, mulai dari KPU hingga Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) hingga Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) sebagai ujung tombak,” tegas Ketua KPU Kotamobagu, Nayodo Koerniawan di ruang kerjanya, Jumat (03/01/14).

Menurut Nayodo, peningkatan kinerja harus dilakukan agar Pemilu bisa berkualitas dan berjalan dengan jujur dan adil seperti keinginan masyarakat sehingga memunculkan pemimpin yang bersih dan berwibawa. “Kita akui saat ini banyak kalangan meragukan serta mengkuatirkan Pemilu berjalan tidak sesuai keinginan rakyat. Itu harus kita tepis dan buktikan dengan kinerja.

Di bagian lain, Koordinator Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), Masykurudin Hafidz, sebagaimana dikutip sebuah media online, mengatakan untuk menjaga integritas penyelenggara Pemilu setidaknya ada tiga cara, pertama harus tahan terhadap setiap intervensi. “Sekuat apapun godaan dari pihak manapun yang ingin merusak hasil Pemilu tidak akan ada artinya jika penyelenggara Pemilu mampu menolaknya. Tinggalkan kebiasaan lama yang buruk, karena sebesar apapun uang yang ditawarkan sesungguhnya tidak sebesar harga kemurnian suara pemilih,” ujanya.

Kedua, kata Hafidz, dalam melaksanakan tahapan Pemilu yang tersisa tidak sekadar karena mendapatkan honor, tetapi bagian dari panggilan nurani. Dikatakannya, menjadi penyelenggara Pemilu bukanlah seperti mencari pekerjaan tetapi juga pengabdian dan pelayanan ke masyarakat pemilih. “Keterlambatan menerima honor misalnya karena anggaran belum turun sama sekali tidak mempengaruhi kualitas pelaksanaan tahapan Pemilu,” jelasnya.

Ditambahkan Hafidz, ketiga, menanamkan pemahaman bahwa Pemilu bukan hanya seleksi kepemimpinan tetapi juga perihal masa depan. Masa depan bersama, masa depan generasi muda kita. “Memberikan pelajaran kepada generasi penerus bagaimana mengelola Pemilu yang jurdil dan transparan. Mewariskan sejarah, bahwa Pemilu 2014 adalah ulangan sejarah Pemilu 1955 dimana partisipasi seluruh elemen masyarakat bebas memilih dan mewakilkan aspirasinya,” pungkasnya. (**/okz)

About Admin Website

Check Also

GCS Kota Kotamobagu

KOTAMOBAGU – Pelaksanaan Gerakan Coklit Serentak (GCS) sebagai bagian dari tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) …