PPDP Diharapkan Bekerja Maksimal

MANADO – Untuk kesekian kalinya KPU Kotamobagu berharap Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) dapat bekerja maksimal dalam melakukan pemutakhiran daftar pemilih. Sebab, baik buruknya kinerja PPDP sangat mempengaruhi pelaksanaan Pilgub Sulut 2015, khususnya di Kotamobagu.

“Jika PPDP bekerja dengan sungguh-sungguh dan mengikuti prosedur dalam melaksanakan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) data Pemilih, maka Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilwakot tahun 2015 ini akan lebih baik dibanding DPT Pemilu sebelumnya.

“PPDP memiliki peran yang sangat strategis dalam memperbaiki kualitas Pemilu,” kata Asep Sabar, Komisioner KPU Kotamobagu yang menangani data pemilih, Sabtu (11/07/15) di Manado.

Mantan jurnalis Radar Bolmong itu melanjutkan, selama ini daftar pemilih sering diprotes karena banyak PPDP yang tidak melakukan Coklit langsung ke lapangan. Mereka hanya melakukan pendataan dari atas meja, alias tidak melakukan pengecekan langsung ke rumah-rumah warga.

“Data yang diajukan ke KPU masih berupa data mentah atau data lama, yang tidak diverifikasi. Itulah salah satu penyebab, mengapa masih banyak terdaftar pemilih ganda, ada warga yang tidak masuk dalam daftar pemilih, atau orang yang sudah lama meninggal dunia tapi masih masuk dalam DPT,” katanya.

Asep mengungkapkan, Coklit akan dilakukan mulai tanggal 15 Juli 2015 sampai dengan 19 Agustus 2015. Coklit itu harus dilakukan dengan cara mendatangi rumah pemilih secara langsung. “Proses Coklit kali ini akan terpotong libur lebaran. Jadi kami harapkan, petugas PPDP bisa menggunakan waktu yang tersedia seefektif mungkin,” ujarnya.

Sebagaimana sudah diatur, tugas PPDP diantaranya adalah mencatat pemilih baru yang sudah memenuhi persyaratan, yaitu telah berusia 17 tahun, belum berumur 17 tahun tetapi sudah/pernah kawin, dan memperbaiki data pemilih apabila terdapat kesalahan dalam penulisan identitas pemilih.

Tugas lainnya yaitu mencoret pemilih yang terdaftar apabila telah meninggal dunia, pindah domisili, tidak memenuhi syarat sebagai pemilih, terdaftar ganda dalam data pemilih, dan mencoret pemilih yang telah berubah status dari status sipil menjadi status anggota TNI/Polri.

Selain itu juga mencoret pemilih yang belum genap berumur 17 Tahun dan belum kawin/menikah pada hari pemungutan suara, mencoret pemilih yang terganggu jiwa/ingatannya berdasarkan surat keterangan dokter, mencoret pemilih yang bukan merupakan penduduk pada daerah yang menyelenggarakan pemilihan berdasarkan identitas kependudukan, serta mencoret pemilih yang sedang dicabut hak pilihnya berdasarkan putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap.

PPDP sendiri diangkat oleh KPU berdasarkan usulan dari PPS melalui PPK. Adapun jumlah PPDP sama dengan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS), yaitu sebanyak 241 orang. PPDP berasal dari pengurus RT maupun warga setempat yang dianggap mampu melaksanakan tugas pemutakhiran data di lapangan. (**)

Leave a Reply