Politik Uang Lecehkan Demokrasi

KOTAMOBAGU – Memasuki masa tenang pemilihan umum legislatiff (pileg) 2014, suasana Kotamobagu tidak lagi hingar-bingar sebagaimana hari-hari sebelumnya.

Seperti biasanya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kotamobagu kembali mengingatkan warga untuk mempersiapkan diri datang ke tempat pemungutan suara (TPS) pada Rabu (09/04/14).

“Bagi yang sudah tercatat sebagai wajib pilih dan tercatat dalam daftar pemilih, bersegeralah menetapkan pilihan secara cerdas siapa wakil yang akan didukung duduk di DPR, DPD, DPRD dan DPRD Kotamobagu,” kata Iwan Manoppo, komisioner KPU Kotamobagu yang membidangi sosialisasi di ruang kerjanya, Minggu (05/04/14).

Bahkan Iwan mengingatkan kepada warga untuk tidak terpengaruh dengan iming-iming calon legislatif (caleg) yang memberikan sejumlah uang, karena itu sama saja membohongi diri sendiri.

“Misalnya saja, ada seorang caleg membayar kita Rp. 250 ribu per-satu suara. Harga tersebut bila dibagi lima tahun berarti setahun kita dibayar hanya Rp. 50 ribu. Bila kemudian dibagi 12 bulan sebear Rp. 4.166. Lebih rinci lagi dibagi 30 hari berarti kita menerima Rp 139 perharinya. Ini lebih murah dari harga rokok perbatangnya.”

“Jelas ini melecehkan kita sebagai pemilih, sekaligus melecehkan demokrasi. Karena itu dianjurkan janganlah jual suara kita, kita harus berikan suara kita dengan cerdas kepada mereka yang terbaik,” tegas Iwan yang juga akademisi ini.

Yang menyedihkan, lanjut Iwan, belum menjadi wakil rakyat seorang caleg sudah melakukan hal yang tidak terpuji, bagaimana jika dia menjadi anggota dewan yang terhormat?

“Marilah kita kawal demokrasi ini dengan baik dan benar, jangan coreng demokrasi yang kita bangun dengan hal-hal yang tidak mendidik rakyat,” pungkas Iwan. (**)

Leave a Reply