Home / Berita / Perencanaan Harus Berbasis Kegiatan

Perencanaan Harus Berbasis Kegiatan

MANADO – Komisioner KPU Provinsi Sulawesi Utara, Ardiles Mewoh, menegaskan soal pentingnya perencanaan yang berbasis kegiatan.
Menurut Ardiles, selama ini perencanaan hanya terfokus pada merencanakan kegiatan dan berapa anggaran yang dibutuhkan, tapi tidak mengawal apakah kegiatannya akan terlaksana atau tidak.
“Paradigma itu harus dihilangkan. Perencanaan sekarang harus disertai pengawalan sampai kegiatan yang direncanakan terlaksana dengan baik dan tepat sasara,” tegasnya pada acara Pencermatan dan Penyusunan TOR dan RAB RKA/KL Tahun 2017 di kantor KPU Kamis, (01/12/16) kemarin.
Kepada para peserta yang juga Komisioner KPU Kabupaten/Kota se-Sulawesi Utara yang membidangi Perencanaan dan Data, termasuk Asep Sabar dari KPU Kotamobagu, Ardiles mengingatkan soal pencermatan kembali RKA yang sudah disampaikan oleh KPU RI. “Karena itu tidak ada alasan tidak ada anggaran sehingga kegiatan tidak dilaksanakan. Kegiatan harus tetap dilaksanakan, apalagi kalau itu isntruksi langsung dari KPU RI.”
Ardiles yang didampingi Kabag Program, Jemmy Tamboto, juga member masukan soal perlunya rasionalisasi anggaran. “Jangan sampai meminta anggaran banyak, tapi kegiatannya tidak ada. Pokoknya harus rasional dan seefektif mungkin penggunaannya.”
Acara yang juga diikuti juga diikuti Kasubag Program dan Data Sekretariat KPU Kabupaten/Kota se-Provinsi Sulawesi Utara, salah satu diantaranya Polce Liando dari KPU Kotamobagu, dibuka langsung oleh Ketua KPU Provinsi Sulawesi Utara, Yessy Momongan. Dalam sambutannya Yessy, menegaskan soal pengalaman tahun-tahun sebelumnya.
Kata dia, pengalaman di tahun-tahun sebelumnya sering tidak ada koordinasi dan keterbukaan antara sekretariat yang menyusun anggaran serta kegiatan dengan komisioner, sehingga dalam kegiatan banyak yang tidak klop.
“Untuk itu agar kegiatan dan anggaran bisa sinkron dan terlaksana, semua pihak harus mengawal RKA sejak perencanaan dan pengusulan hingga pelaksanaannya.”
Lebih tegas lagi Yessy mengingatkan soal perlunya komunikasi dan koordinasi. “Jadi perhatian semua pihak, yang terjadi saat ini kantor KPU sering tidak berpenghuni ketika sudah tidak ada lagi kegiatan. Ini yang harus dihindari. Banyak hal yang bisa dikerjakan, apalagi sekarang regulasi begitu banyak dan sering berganti-ganti,” ujar Yessy diiyakan Ardiles.
Terkait perencanaan anggaran, Asep Sabar, mengatakan KPU Kotamobagu tidak ada persoalan karena memang semua kegiatan sudah tercover dengan baik, tinggal sekarang adalah mengawal kegiatannya agar terlaksana dengan baik.
Terkait RKA Tahun 2017 KPU RI sudah menyetujui usulan pos kegiatan serta anggaran sebesar Rp2,16 miliar kepada KPU Kota Kotamobagu. “Anggaran tersebut terbanyak untuk belanja rutin dan pembayaran hak-hak pegawai serta komisioner.” (**)

About Admin KPU KK

Check Also

GCS Kota Kotamobagu

KOTAMOBAGU – Pelaksanaan Gerakan Coklit Serentak (GCS) sebagai bagian dari tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) …