Perempuan Juga Rakyat

KOTAMOBAGU – Terkait penyelenggaraan Pilkada Serentak, KPU Provinsi Sulawesi Utara bersama LSM Swara Parangpuan menggelar sosialisasi di Kotamobagu, Rabu (05/08/15).

Tampil sebagai pemateri; Vivi George, SKM, Komisioner KPU Provinsi Sulawesi Utara, Siti Nurlaeli ‘Lili’ Jenaan, SPd, MA, Direktur Swara Parangpuan dan Dr Ir Agus S. Sugoto, akademisi UDK Kotamobagu. Sementara moderator adalah Nayodo Koerniawan, Ketua KPU Kotamobagu.

Menurut Vivi, pihaknya secara intensif terus melakukan sosialisasi Pilkada Serentak, terutama Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut.

“Masyarakat perlu tahu kapan pemungutan suara Pilkada Serentak digelar. Karena sehebat apapun kita menggelar tahapan Pilkada kalau masyarakat tidak berpartisipasi lantaran tidak tahu kapan waktu pemungutan suara, tidak akan ada artinya sama sekali,” kata Vivi.

Vivi juga menegaskan bahwa satu suara sangat berharga dalam setiap pemilihan umum yang diikuti masyarakat. “Disisi lain, UU meneegaskan bahwa setiap warga negara berhak ikut dan berpartisipasi dalam pemilihan umum, termasuk pemilihan kepala daerah, tentunya harus terdaftar di data pemilih.”

Vivi berharap masyarakat juga proaktif untuk mengawasi dan memantau apa-apa yang sudah dilaksanakan oleh KPU dan jajarannya di bawah terkait pelaksanaan Pilkada Serentak 2015 tanggal 9 Desember mendatang. “Yang terpenting lagi masyarakat harus tahu dan memahami apa yang menjadi visi-misi calon kepala daerah yang maju dalam pilkada kali ini.”

Sementara itu, Agus S. Sugoto dalam materinya lebih banyak menjelaskan soal sejarah perjalanan demokrasi dan pemilihan umum di Indonesia. Menurut dia pemilu di Indonesia berbeda dengan pemilu-pemilu di Negara lain di dunia.

“Pelaksanaan pilkada serentak kali ini tercatat diikuti oleh 53 persen daerah di Indonesia, baik itu provinsi/kabupaten/kota. Kuncinya keterlibatan masyarakat merupakan cerminan demokrasi sebuah Negara. Semakin meningkat partisipasi masyarakat maka semakin baik juga demokrasi di Negara tersebut.”

Disesi terakhir Siti Nurlaeli Jenaan atau yang akrab disapa Lili lebih memperdalam pemahaman terkait tingkat partisipasi politik perempuan. “Tiga slogan masa lalu bahwa perempuan hanya mengurus dapur, sumur dan kasur, yang menyebabkan kaum perempuan tidak usah berpikir tentang politik, sudah tidak layak lagi dipertahankan.”

Perempuan sekarang, kata istri dari Direktur Manado Pos Grup, Suhendro Boroma itu mengatakan jaman sudah berubah, konsep itu kuno dan sudah harus dilupakan jauh-jauh.

“Perempuan juga bagian dari warga Negara atau rakyat, karenanya harus diberikan porsi yang sama. Dan kita sebagai perempuan juga harus bangga dengan posisi kita. Sekarang kan sudah ada presiden perempuan, bupati, gubernur dan bahkan walikota Kota Kotamobagu juga perempuan.

Diakhir acara Ketua KPU Kotamobagu, Nayodo Koerniawan, mengingatkan kepada para peserta yang terdiri dari berbagai elemen; pemilih pemula, tokoh agama, tokoh perempuan, aktivis, LSM dan politisi, khususnya di Kotamobagu untuk tidak golput pada Pilgub Sulut mendatang.

“Golput tidak memberikan pendidikan yang baik kepada masyarakat. Karenanya mari pergunakan hak konstitusi yang diberikan oleh UU pada tanggal 9 Desember mendatang.” (**)

Leave a Reply