Perempuan jadi Prioritas

KOTAMOBAGU – Pemilihan umum (Pemilu) 2014 nampaknya benar-benar memperhatikan betul posisi perempuan.
Ini bisa disimak pernyataan Ayat 3 Pasal 27 Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 29 Tahun 2013 tentang Penetapan hasil Pemilu, Perolehan Kursi, Calon Terpilih dan Pengganti Terpilih DPRD, DPRD dan DPD.

Bahwa apabila dua calon berjenis kelamin berbeda perempuan dan laki-laki memperoleh suara sah yang sama di suatu daerah pemilihan, maka nama calon perempuan ditetapkan sebagai nama calon terpilih Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Demikian pula dalam penetapan angora Dewan Perwakilan Daerah (DPD), dimana perempuan mendapat prioritas ketika ada dua calon yang berbeda jenis kelamin namun memiliki suara yang sama (Pasal 33 Ayat 2).

“Yang menarik untuk DPRD Provinsi perempuan diperlakukan yang sama, mendapat prioritas dalam penentuan calon terpilih. Untuk DPRD provinsi ditegaskan oleh Pasal 37 ayat 3. Sementara untuk DPRD Kabupaten/Kota Pasal Pasal 42 ayat 3,” kata Nova Tamon, komisioner perempuan KPU Kotamobagu yang baru saja mengikuti bimbingan teknis dan rakor di Manado.

Nova berharap kepada calon legislatif (caleg) perempuan harus membekali diri dengan kemampuan karena harus bersaing dan bertarung dengan caleg laki-laki yang memiliki kelebihan.

“Demikian halnya kepada pemilih perempuan diminta untuk selektif dalam memberikan suara pada pemilu mendatang. Ini penting agar suara perempuan tidak sia-sia diberikan, meski itu harus kepada caleg laki-laki,” pungkas Nova yang membidangi Logistik, prencanaan dan keuangan KPU Kotamobagu. (**)

Leave a Reply