Penertiban APK Tak Maksimal

KOTAMOBAGU – Tidak maksimalnya penertiban alat peraga kampanye (APK) partai politik (Parpol) dan calon legislatif (Caleg) menimbulkan beragam pendapat miring.
Menurut beberapa warga pemerintah daerah seperti setengah hati dalam menegakkan aturan. “Buktinya hingga kemarin masih banyak APK yang dibiarkan terpampang dan tidak ditertibkan. Seharusnya KPU, Panwaslu dan Pol PP Kotamobagu serius bila ingin menindak, jangan hanya setengah-setengah,” kata Yudi Mokoginta, warga Kelurahan Biga, Kecamatan Kotamobagu Utara, Jumat (01/11) kemarin.

Padahal kalau mau dilihat secara estetika, lanjut Mokoginta, pemasangan APK itu tidak beraturan dan dilakukan seenaknya oleh mereka yang akan mencalonkan diri sebagai wakil rakyat untuk meraih hati masyarakat agar memilih mereka. Ukurannya pun berbagai tipe. Umumnya gambar wajah para calon wakil rakyat itu dipasang di pepohonan dan pagar taman-taman di tepi jalan serta halaman rumah.

“Semua itu membuat wajah Kotamobagu yang berhasil meraih Adipura menjadi semrawut. Dari sisi itu saja sudah tidak baik, apalagi kalau dikaitkan dengan aturan pemilihan umum,” tambah Mokoginta kepada koran ini.

Ketua Divisi Teknis Penyelenggara, Hukum dan Pengawasan KPU Kotamobagu, Aditya Tegela, pemasangan APK itu telah bertentangan dengan lima aturan berbagai undang-undang dan peraturan lainnya.

Peraturan yang bertentangan tersebut di antaranya telah melanggar UU Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD, Peraturan KPU Nomor 1 Tahun 2013 tentang Pedoman Kampanye pada Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD, Peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2013 sebagai perubahan dari Peraturan KPU Nomor 1 Tahun 2013 tentang Pedoman Kampanye pada Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD. “KPU Kotamobagu kan sudah menetapkan zona atau lokasi pemasangan APK. Atau mungkin ini juga melanggar perda terkait tata Kota,” kata Aditya.

Karena sudah melanggar banyak aturan dan ketentuan, Aditya berharap pihak terkait dalam hal ini Badan Kesbang Pol dan Satpol PP Kotamobagu serius melakukan penertiban. (dh/kk)

Leave a Reply