Pemilih KK Menyusut

KOTAMOBAGU – Setelah sempat ditunda penetapannya secara nasional, daftar pemilih tetap (DPT) Kotamobagu untuk kedua kalinya di-pleno-kan Jumat (1/11) kemarin.

Penetapan DPT tersebut, kata Ketua KPU Kotamobagu, Nayodo Koerniawan berdasarkan surat edaran KPU RI No 716 tertanggal 24 Oktober 2013 serta Rekomendasi Bawaslu RI Nomor 762 tanggal 23 Oktober 2013. “Dari hasil pencermatan sebagaimana diminta oleh KPU pusat kami berhasil men-delete beberapa nama pemilih, yakni sebanyak 527 orang yang terdiri dari beragam mulai dari pemilih ganda, pindah domisili, TNI/Polri pensiunan dan lain-lain,” kata Nayodo didampingi empat komisioner lainnya, Nova Tamon, Iwan Manoppo, Aditya Tegela dan Asep Sabar.

Secara keseluruhan jumlah pemilih tetap Kotamobagu, dijelaskan Asep Sabar, Ketua Divisi Data Informasi, Kampanye Humas dan Antar Lembaga menyusut menjadi 91.141 dari 91.668 pemilih yang ditetapkan dalam pleno tanggal 11 Oktober lalu. “Dengan demikian selisihnya sebesar 527 hilang. Itu artinya per 1 November KPU Kotamobagu sudah melakukan perbaikan, termasuk NIK dan NKK hanya 3.325, sementara sisanya sebanyak 17.956 belum ter-cover,” jelas Asep sambil menambahkan bahwa angka itu tidak mempengaruhi DPT tapi hanya menyangkut kelengkapan administrasi saja.

Yang menarik, masih kata Asep, rekomendasi yang disampaikan Panwas sebanyak 300-an lebih pemilih bermasalah, justru sudah dilampaui oleh KPU yang menghapus sebanyak 525 pemilih. “Dengan demikian tidak ada persoalan lagi dengan Panwas terkait pencermatan DPT kali ini,” ujar Asep.

Sementara itu, Ivan Tandayu dari Panwas Kotamobagu, sangat mengapresiasi kerja-kerja KPU dalam membenahi DPT yang ternyata banyak keanehan-keanehan. “Apalagi waktu yang tersedia memang sangat terbatas. Panwas juga menemukan banyak persoalan diantaranya adalah tahun tanggal lahir yang mencantumkan 2013, selain ganda. Karena itu kami juga sudah merekomendasikan temuan kami ke KPU,” kata Ivan diiyakan Agus Paputungan dan Shakespeare Makalunsenge.

Bahkan Agus menambahkan bahwa koordinasi dan komunikasi yang dilakukan oleh KPU juga sudah sangat bagus dan selalu sigap dengan berbagai persoalan yang terjadi di Jakarta.
Kepala Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan (Dukcapil) R. Mokoginta sempat menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan apa yang menjadi kebutuhan KPU dalam menyelenggarakan pemilu, terutama terkait dengan nomor induk kependudukan dan nomor kartu keluarga (BIK dan NKK). “Yang pasti untuk Kotamobagu sudah tidak ada persoalan dan semua warga sudah memiliki NIK maupun NKK.” (**)

Leave a Reply