Pemilih Ganda Capai 5.240

MANADO – Dari hasil pendataan ulang yang dilakukan oleh pemerintah, ternyata pemilih ganda pada pelaksanaan pemilihan legislatif (pileg) di Kotamobagu mencapai 5.240 orang.
“Ini artinya pelaksanaan pencermatan, penelitian dan pencocokan yang dilakukan oleh panitia pemungutan suara (PPS) tidak seperti yang diharapkan, itu buktinya,” tegas Asep Sabar, komisioner KPU Kotamobagu yang membidangi data informasi.
Menurut Asep yang baru saja mengikuti acara Rapat Koordinasi (Rakor) Pemutakhiran Data Pemilih menjelang pelaksanaan Pemilihan Presidan (Pilpres) di Manado, angka tersebut dikirim dari pusat. Ini tandanya sistem. “Karena itu diharapkan pada pelaksanaan pilpres mendatang harus lebih valid lagi dan segera di-cross check sampai ke rumah-rumah penduduk,” tegas Asep kepada media ini.
Sebagaimana diketahui, pemilih ganda merupakan salah satu penyebab angka pemilih pada pelaksanaan pemilihan legislatif (pileg) tidak sesuai target 90 persen, yakni hanya 76 persen lebih saja yang menggunakan hak konstitusinya, sementara sisanya belum diketahui pasti apakah memang benar-benar tidak memilih atau masuk kategori suara rusak maupun salah mencoblos.
Pada rakor kemarin, lanjut Asep, sudah diputuskan bahwa data-data pemilih ganda K1 maupun K2 serta pemilih pemula harus secepatnya dilakukan pencocokan dan penelitian langsung ke rumah-rumah penduduk yang dilakukan oleh PPS. “Waktu yang diberikan hanya sampai tanggal 28 April ini atau hari Senin mendatang. Kemudian, dua hari berikutnya KPU akan meng-input hasil pencocokan tersebut ke portal. Dan tanggal 1 Mei penetapan daftar pemilih sementara (DPS) oleh KPU kabupaten/kota,” jelas Asep.
Asep menambahkan bahwa DPS Pilpres merupakan para pemilih pileg yang termasuk dalam daftar pemilih tetap (DPT), DPT Tambahan (DPTb), daftar pemilih khusus (DPK) dan DPK Tambahan (DPKTb) atau pemilih yang menggunakan KTP atau identitas lain pada hari H pencoblosan 9 April lalu. “Jumlah itu nantinya akan ditambahkan dengan pemilih pemula sebanyak 1.144 orang.” (**)

Leave a Reply