Pemilih Dilarang Bawa HP Saat Mencoblos di Bilik Suara

KOTAMOBAGU– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kotamobagu mengeluarkan surat edaran kepada perangkat dan pelaksana pemilukada. Mereka adalah Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS) di 33 kelurahan/desa dan Kelompok Panitia Pemungutan Suara yang tersebar di 238 Tempat Pemungutan Suara (TPS) ditambah satu TPS khusus.

Surat Nomor 01/SE/KWK/KPU-KK/VI/2013 tersebut perihal, melarang pemilih membawa handphone (HP) dan kamera ke bilik suara.

Menurut Ketua KPU Kotamobagu, Nayodo Koerniawan, larangan tersebut guna mengantisipasi penyalahgunaan alat yang termasuk gadget tersebut untuk politik uang dari kontestan pemilihan walikota dan wakil walikota (pilwako). “Bisa saja kamera atau ponsel yang ada kameranya dipergunakan untuk merekam saat berada di bilik suara. Ini bisa berpotensi menimbulkan money politics atau politik uang setelah pemungutan suara,” terang Nayodo, Kamis (6/6).

Dijelaskannya, dikeluarkannya surat edaran itu itu berdasarkan Bab I Ketentuan Umum, Pasal I Nomor I Undang-Undang (UU) Nomor 15 Tahun 2011 tentang penyelenggaraan pemilihan umum. “Pemilu adalah sarana kedaulatan rakyat yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil,” terangnya.

Nayodo meminta kepada perangkat pemilukada tersebut bisa mensosialisasikan larangan membawa HP atau ponsel dan kamera itu kepada masyarakat. Sehingga pada pemungutan suara, Senin 24 Juni nanti, para pemilih bisa menjalankan larangan ini.

“Kami akan minta petugas KPPS untuk menyiapkan kotak atau meja tempat penitipan sementara ponsel atau kamera. Sehingga saat masuk ke TPS, pemilih menitipkan sementara kepada petugas. Setelah keluar dari bilik suara, ponsel atau kameranya dikembalikan lagi kepada pemiliknya,” pungkas Nayodo.(*)

Leave a Reply