Pembatasan Syarat Adhoc ‘Diprotes’

KOTAMOBAGU – Hari kedua pendaftaran calon Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pilkada Gubernur Sulawesi Utara tingkat Kota Kotamobagu diwarnai ‘protes’ dari para pendaftar.

Mereka meminta penjelasan terkait Pasal 18 ayat k PKPU Nomor 3 Tahun 2015 tentang Tata Kerja KPU, KPU Provinsi/KIP Aceh dan KPU/KIP Kabupaten/Kota, Pembentukan dan Tata Kerja PPK, PPS, dan KPPS pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota, bahwa calon PPS, PPK dan KPPS belum pernah menjabat dua kali.

“Kalau semua petugas KPPS, PPS dan PPK orang baru, apa bisa menjamin pelaksanaan pilkada mendatang bisa berjalan baik? Jangan lupa, petugas yang sudah beberapa kali menjadi KPPS, PPS dan PPK saja masih banyak yang salah, apalagi kalau orang baru. Kami mohon ada pertimbangan,” tegas mereka yang rata-rata adalah mantan PPS-PPK di Pilwako 2013 dan Pemilu 2014 kemarin.

Kepada para Komisioner KPU Kotamobagu, mereka meminta untuk mempertimbangkan kembali pasal tersebut, mengingat kondisi di daerah berbeda dengan di Pulau Jawa. “SDM disini sangat terbatas, jadi sangat sulit untuk mencari orang-orang baru membantu KPU mensukseskan pilkada serentak gubernur tahun ini,” kata mereka.

Yang menarik, mereka sempat menanyakan bagaimana dengan KPPS yang ingin menjadi PPS atau PPS menjadi PPK. “Sebab pasal tersebut tidak menegaskan soal itu. Pasal tersebut hanya bilang yang sudah dua kali tidak bisa lagi menjadi PPS, PPK dan KPPS.”

Nayodo Koerniawan beserta komisioner KPU Kotamobagu lainnya menegaskan pihaknya tetap patuh pada aturan dan tidak ingin menafsirkan yang lain-lain, apalagi kalau sampai menambah-nambah. “Kami sudah berkomunikasi dengan KPU Provinsi dan KPU RI. Mudah-mudahan dalam beberapa hari ke depan akan ada penjelasan detail terkait pasal tersebut, khususnya bagi mereka yang ingin naik jenjang dari KPPS ke PPS atau PPS ke PPK. Untuk saat ini kami tidak bisa berkomentar banyak,” pungkas Nayodo diiyakan Aditya Tegela, Iwan Manoppo, Nova Tamon dan Asep Sabar. (**)

Leave a Reply