Peluang Mobilisasi Massa

KOTAMOBAGU – Sebagian warga memastikan Pemilu tidak bisa terhindari dari praktek mobilisasi massa pendukung salah satu calon legislatif (caleg).

“Banyak peluang yang bisa dilakukan oleh oknum caleg pemilu, diantaranya dengan memberikan tugas kepada para pendukungnya untuk menjadi saksi di tempat pemungutan suara (TPS) lain. Atau bahkan dengan pindah domisili antar daerah pemilihan (dapil) secara massal,” kata salah seorang warga Kecamatan Kotamobagu Utara, Jumat (14/02/14).

Apalagi, kata dia, peluang untuk memberikan A5 sebagai bukti pemilih pindah domisili atau mendapat tugas saat hari pemungutan suara, sangat mudah. “Karena itu kami minta kepada panitia pemungutan suara (PPS) untuk seleksi dalam memberikan formulir tersebut,” tegasnya sambil menambahkan bahwa kemungkinan ini harus mendapat pengawalan penuh dari komisi pemilihan umum (KPU) dan panitia pengawas pemilu (Panwaslu) Kotamobagu.

Aditya Tegela, Komisioner KPU Kotamobagu yang membidangi hukum dan pengawasan menjelaskan bahwa dalam Pasal 8 Peraturan KPU Nomor 26 Tahun 2013 menjelaskan bahwa A5 itu hanya bisa diberikan kepada mereka oleh sebab tertentu tidak bisa melakukan pemilihan di TPS-nya. Kejadian tersebut yakni menjalani rawat inap di rumah sakit, menjadi tahanan di lapas, tugas belajar (mahasiswa), pindah domisili, tertimpa bencana dan menjalankan tugas di tempat lain.

“Untuk mereka diberikan kesempatan untuk melapor ke TPS awal dan mendapatkan formulir A5-KPU dengan menunjukkan KTP atau identitas lainnya. Dan bila nama si pemohon ada di DPT maka dicoret dan digantikan dengan formuli A5-KPU,” jelas Aditya.
Terkait dengan dugaan mobilisasi massa, itu menjadi tanggungjawab semua pihak untuk memantau. Dan kalau ada bukti, kata Aditya, segera laporkan ke Panwaslu untuk ditindaklanjuti. (**)

Leave a Reply