Mantan PPS Berebut Jadi PPK

KOTAMOBAGU – Dari berkas yang mulai masuk ke tim pendaftaran, ternyata banyak para mantan Panitia Pemungutan Suara (PPS) pada Pilwako 2013 dan Pemilu 2014 lalu, yang mendaftarkan diri menjadi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

“Benar, mereka sempat berkonsultasi ke kami soal penegasan PKPU terkait dua kali masa jabatan. Hanya saja di PKPU tidak dirinci secara detail menyangkut KPPS atau PPS yang ingin menjadi PPK. Karena itu kami tetap melayani mereka. Dan kalaupun nanti ada ketetapan mereka tidak bisa, maka dengan sendirinya akan digugurkan,” kata Iwan Manoppo, komisioner KPU yang membidangi Sosialisasi dan SDM di ruang kernya, Kamis (23/04/15).

Sebagaimana diketahui, Komisoner KPU RI, Ferry Rizkyansyah, sudah menegaskan bahwa hitungan dua kali pernah menjadi PPS dan PPK  menggunakan metode pemilu, bukan dua kali menjadi panitia. “Satu periode dihitung pemilu legislatif, pemilu presiden dan pilkada. Tapi kalau yang bersangkutan ikut Pemilu 2009 berarti sudah dua periode,” tegas Ferry sebagaimana dilansir sebuah media nasional.

Untuk mengatasi masih terjadi perbedaan pendapat di kalangan KPU Kabupaten/Kota tersebut, Zulkifli Golonggom, Komisioner KPU Provinsi Sulawesi Utara yang sempat dihubungi media ini menegaskan pihaknya dalam waktu dekat ini akan segera mengeluarkan Surat Edaran terkait PPS, PPK dan KPPS yang sudah menjabat dua kali.

“Ini penting agar teman-teman tidak menafsirkan Pasal 18 huruf k berbeda-beda,” kata komisioner yang membidangi data dan informasi ini.

Hal yang sama juga pernah disampaikan langsung komisioner KPU Provinsi Sulawesi Utara lainnya; Ardiles Mewoh dan Fachruddin Noh.

Informasi yang diperoleh dari tim pendaftaran PPK, total para pendaftar sudah mencapai 70 orang, sedangkan untuk PPS sebanyak 20 orang. “Waktu pendaftaran tinggal hari ini dan besok. Karenanya bagi mereka yang ingin menjadi PPK dipersilakan mendaftarkan diri langsung ke KPU Kotamobagu,” pungkas Asep Sabar, komisioner KPU yang membidangi data informasi dan humas. (**)

Leave a Reply