KPU-Panwaslu Bahas Lapas

KOTAMOBAGU – Terkait rencana pembuatan tempat pemungutan suara (TPS) khusus di lembaga pemasyarakatan (Lapas) Kotamobagu, KPU dan Panwaslu melakukan pertemuan, Senin (10/02/14).

Pertemuan itu sendiri untuk yang kedua kalinya setelah yang pertama dilakukan di kantor Panwaslu Kotamobagu, akhir Januari lalu. Sehingga pertemuan kali ini hanya penyampaian hasil-hasil pendataan yang dilakukan Lapas.

Hadir dalam pertemuan tersebut dua personil Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) yakni Ivan Tandayu dan Shakespeare Makalunsenge. Sementara dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kotamobagu lengkap lima komisioner Nayodo Koerniawan, Nova Tamon, Iwan Manoppo, Aditya Tegela dan Asep Sabar, plus sekretaris, Agung Adati.

Pada prinsipnya, kata Ivan, Panwaslu menyambut baik usulan KPU Kotamobagu soal pengakomodiran hak konstitusional penghuni Lapas Kotamobagu. Hanya saja, untuk melakukan itu tidak semudah yang dibayangkan. “Jadi harus ada petunjuk teknisnya dari Jakarta, sehingga penyelenggara yang ada di Kotamobagu tidak salah,” kata Ivan diiyakan Shakespeare.

Bahkan Ivan mengaku pihaknya juga sudah melakukan pengkajian terkait hal itu. “Sejak kami mendapat surat tembusan yang disampaikan KPU Kotamobagu, kami sudah melakukan pembahasan di tingkat internal. Hasilnya, kami menganggap tidak ada masalah bila harus dibuatkan sebuah TPS di dalam Lapas Kotamobagu. Apalagi dengan pertimbangan keamanan dan berbagai kemungkinan lainnya,” tegas Ivan.

Dalam kesempatan itu pula Divisi Data KPU Kotamobagu sempat menyerahkan daftar pemilih tetap (DPT) yang sudah diperbaiki, terutama nomor induk kependudukan (NIK) yang dianggap invalid. “Datanya sudah disampaikan ke Panwaslu sebagai tembusan,” kata Asep Sabar, komisioner KPU Kotamobagu yang membidangi data informasi. (**)

Leave a Reply