KPU-Panwas Beda Pendapat

KOTAMOBAGU – Ada yang menarik pada acara rapat koordinasi (rakor) sekaligus technical meeting dalam rangka kirab Karnaval Kampanye Damai, Sabtu (15/03/14) mendatang.

Persoalannya adalah keterlibatan Walikota Kotamobagu Tatong Bara pada acara tersebut. Pihak Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) menyatakan walikota hanya bisa melepas peserta kirab tapi tidak diperkenankan mengikuti kirab yang diikuti oleh para partai politik (parpol) peserta pemilu.

“Karena selain walikota Tatong adalah pimpinan partai politik,” tegas Shakespeare Makalunsenge, personil Panwaslu Kotamobagu.

Penegasan panwaslu tersebut sempat didukung beberapa pimpinan parpol yang hadir di acara yang digelar di Restoran Sheraton Kotamobagu itu. Alasan mereka kampanye damai merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kampanye terbuka yang dimulai Minggu (16/03/14). “Jadi yang bersangkutan harus mengurus ijin dulu,” kata salah seorang pengurus parpol.

Ketua KPU Kotamobagu, Nayodo Koerniawan, yang memandu acara tersebut justru tidak sependapat dengan Panwaslu. Kata Nayodo, Kampanye damai tidak termasuk dalam kampanye terbuka, karena kampanye terbuka sebagaimana jadwal yang sudah diagendakan dimulai tanggal 16 Maret sampai 5 April. “Jadi tidak masalah kalau memang walikota Kotamobagu ikut roadshow bersama para parpol peserta pemilu.”

Apalagi, kata Nayodo, walikota itu melekat sebagai Pembina politik di daerahnya. “Jadi yel-yel yang akan dikumandangkan di Kampanye Damai tersebut adalah ajakan untuk memilih pada 9 April, bukan yel-yela partai politik. Parpol diijinkan yel-yel sehari berikutnya,” ujar Nayodo yang kemarin didampingi dua komisioner lainnya, Asep Sabar dan Iwan Manoppo.

Alhasil, setelah dilakukan koordinasi, pihak panwas akhirnya menyetujui rencana walikota ikut dalam konvoi parpol. “Saya sudah berkoordinasi dengan Bawaslu Provinsi Sulut dan mereka menyetujui hal itu karena memang belum masuk waktunya kampanye,” kata Shakesperare.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Bolmong Yuriko Fernando dan Kasat Intel Polres Bolmong Suharno yang juga hadir pada acara itu mengingatkan kepada parpol untuk segera mengurus ijin dan mencantumkan nama jurkam. “Karena kalau ada jurkam nasional atau pejabat negara seperti Menteri atau Ketua Umum Parpol, tentu harus ada pengamanan ekstra,” tegas keduanya.

Keduanya juga menyampaikan rencana kegiatan Gelar Pasukan yang akan dilakukan di Lapangan Kotamobagu dan dihadiri oleh muspida, KPU dan Panwaslu se-Bolaang Mongondow Raya (BMR). “Diacara itu nanti akan dijelaskan apa dan bagaimana cara mengurus dan prosedur pembuatan ijin kampanye.” (**)

Leave a Reply