KPU Kotamobagu Terima DP4 Pileg 2014

KOTAMOBAGU— Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kotamobagu, Kamis, 7 Februari 2013, menerima Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014 dari Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu.
DP4 Pileg 2014 diserahkan langsung Walikota Kotamobagu Drs Djelantik Mokodompit, ME kepada Ketua KPU Kotamobagu Nayodo Koerniawan SH. “Dengan mengucapkan Bissmillahirrahmaniirrahim DP4 Pileg 2014 Kotamobagu saya serahkan,” kata Djelantik, saat menyerahkan DP4 dalam bentuk hardcopy dan softcopy.

Penyerahan DP4 yang berlangsung di Aula Kantor Walikota Kotamobagu, disaksikan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD), Ketua DPRD Rustam Siahaan bersama anggota DPRD, Komisoner KPU Kotamobagu, Pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Kepala Kecamatan dan Kepala Desa/Kelurahan se Kotamobagu.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi dalam sambutan yang dibacakan Wali Kota Drs Djelantik Mokodompit ME, mengatakan penyerahan DP4 sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 8 Tahun 2012, Pemerintah dan Pemerintah Daerah serentak menyerahkan DP4 di 33 provinsi dan 491 kabupaten/kota seluruh Indonesia.

“Penyerahan DP4 tersebut merupakan bagian tahapan yang sangat penting dan strategis dalam penyelenggaraan Pemilu 2014, karena merupakan bahan yang akan diproses lebih lanjut oleh KPU melalui tahapan Pemutakhiran Data Pemilih, Penyusunan dan Pengumuman DPS sampai menjadi DPT,” kata Gamawan.

Pemerintah dan Pemerintah Daerah telah berupaya secara sungguh-sungguh untuk mempersiapkan data kependudukan dalam bentuk DP4 yang jauh lebih akurat, dan yang merupakan perwujudan akuntabilitas dan aktualisasi dari kewajiban dan tanggung jawab moral Pemerintah dan Pemerintah Daerah untuk berperan dalam memperbaiki kualitas penyelenggaraan Pemilu.

“DP4 yang diserahkan hari ini merupakan pemilahan dari database kependudukan secara keseluruhan yang akurasinya sudah ditingkatkan secara maksimal. Bupati/Wali Kota melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten/Kota sebanyak tiga kali untuk menyempurnakan/melengkapi database kependudukan kabupaten/kota,” ujarnya.

Di sisi lain, Ketua KPU Kotamobagu Nayodo Koerniawan SH, sedikit menyentil pelaksanaan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota (Pilwako) Kotamobagu. Diingatkan kepada Pemkot Kotamobagu untuk lebih serius melihat pemilih yang berada di perbatasan dengan daerah lain. Nayodo menilai, pemilih di perbatasan ini mempunyai tingkat resistensi yang cukup tinggi. “Ini harus diperhatikan. Kalau sola mangkubi itu human error saja. Tapi, pemilih di perbatasan memiliki resistensi yang tinggi,” sebut Nayodo.

Diingatkan pula soal hari pemungutan suara sebagai hari libur. Alasannya, banyak warga Kotamobagu yang berprofesi sebagai PNS di daerah lain. “Ini juga harus diingatkan. Pemkot harus memberitahukan kepada kepala daerah agar memberikan dispensasi bagi warga Kotamobagu untuk memberikan hak pilih,” sebut Nayodo.

Mendengar masukan dari Ketua KPU, Walikota Drs Djelantik Mokodompit ME langsung mengingatkan Sekretaris Kota dan Kepala Dukcapil untuk mengantisipasi segala kemungkinan. “Hak setiap warga harus diakomodir, ini untuk pembangunan Kotamobagu ke depan,” pungkas Djelantik.(*)

Leave a Reply