KPU KK Berguru ke Boalemo

KPU KK Berguru ke Boalemo

GORONTALO – Kasus dibatalkannya pasangan calon (paslon) oleh MA pada Pilkada Serentak 2017 di Boalemo, Provinsi Gorontalo, menjadi perhatian khusus bagi KPU Kotamobagu yang akan melaksanakan Pilkada Serentak 2018.
“Kami sengaja melakukan komparasi ke KPU yang daerahnya memiliki kasus-kasus menarik. Minimal kita bisa mendapatkan gambaran, masukan, serta pelajaran berharga apabila kasus yang sama terjadi di Pilkada Serentak 2018 Kotamobagu mendatang,” tegas Nayodo Koerniawan, Ketua KPU Kotamobagu kepada media ini, Sabtu (08/07/17) siang.
Kasus di Kabupaten Boalemo, kata Nayodo, termasuk menarik. “Karena KPU Boalemo sendiri sebenarnya sudah menetapkan tiga paslon; satu petahana yang didukung seluruh partai yang ada di parlemen dan dua paslon perseorangan. Bahkan, waktu yang diberikan untuk menggugat pun sudah lewat. Namun apa yang terjadi? satu paslon diminta Mahkamah Agung (MA) untuk dibatalkan.”
Sebagaimana diketahui, MA dalam putusannya memerintahkan KPU Boalemo, menerbitkan putusan tidak memenuhi syarat (TMS) bagi paslon bupati-wakil bupati atas nama Rum Pagau-Lahmudin Hambali (PAHAM). Hal itu dituangkan dalam putusan MA Nomor. 570 K/TUN/Pilkada/2016 Tahun 2017. Keputusan ini muncul sebagai tindaklanjut dari gugatan calon bupati Darwis Moridu yang menggugat SK Penetapan calon oleh KPU Boalemo.
Sejak KPU Boalemo menetapkan paslon peserta Pilkada Boalemo, ada dua pihak yang menggugat KPU. Pertama, gugatan dari paslon PAHAM. Kedua, gugatan dari paslon Darwis Moridu-Anas Yusuf (DAMAI). Dari situ, pada 4 Januari 2017 MA mengeluarkan putusan dengan pengadilan pengaju PTTUN Makassar. Dalam putusannya MA mengabulkan kasasi gugatan DAMAI dengan membatalkan putusan KPU Boalemo nomor 24/Kpts/KPU Kabupaten Boalemo/Pilbup/027.436540/X/2016 tentang penetapan pasangan calon peserta Pilkada.
Tak hanya itu, MA juga memerintahkan KPU Boalemo sebagai pihak tergugat, untuk menerbitkan keputusan tentang penetapan calon Bupati dan Wakil Bupati, yang memenuhi syarat yaitu DAMAI dan paslon Uwes Abubakar-Buyung Puluhulawa (UNGGUL). Sementara, gugatan dari paslon DAMAI terhadap KPU Boalemo, dalam amar putusanya menolak kasasi.
Menariknya, konon pasangan PAHAM setelah penetapan paslon juga sempat menggugat keabsahan DAMAI yang terindikasi memalsukan legalisir ijazah. Sayangnya, gugatan PAHAM malah kandas dan ditolak. Intinya, putusan kasasi PAHAM dengan nomor register 571 K/TUN/PILKADA/2016 memutuskan menolak kasasi paslon PAHAM selaku penggugat terhadap KPU Boalemo.
Selain ke Boalamo, Kamis (06/07/17), KPU Kotamobagu juga sempat mendatangi KPU Provinsi Gorontalo yang diterima langsung dua komisionernya; MN Tuli dan Maspa Mantulangi. Kepada tamunya Tuli dan Maspa berharap pelaksanaan Pilkada Serentak 2018 di Kotamobagu bisa berjalan sesuai dengan harapan dan tidak rentan serta berpotensi hukum.
“Mudah-mudahan masyarakat Kota Kotamobagu bisa lebih dewasa dan belajar dari berbagai kasus yang terjadi selama ini di berbagai daerah,” kata Tuli.
Rencananya, dalam waktu dekat ini KPU Kotamobagu juga akan melakukan komparasi ke salah satu daerah yang saat pencalonan Pilkada Serentak 2015 hanya diikuti oleh satu paslon, paslon tunggal atau melawan kotak kosong.
“Ini kami anggap penting, agar KPU Kotamobagu mendapat masukan berharga dan pengalaman. Soal waktu, KPU Kotamobagu masih akan membahas di pleno rutin Senin lusa,” kata Komisioner KPU Kotamobagu yang membidangi teknis pencalonan Aditya Tegela, didampingi Iwan Manoppo, Asep Sabar, Nova Tamon dan Sekretaris KPU Kotamobagu; Frans TA Manoppo. (**)