KPU Harus Layani Pemilih

KOTAMOBAGU – Hingga hari H pemungutan suara, bagi wajib pilih yang namanya belum terdaftar tetap bisa dilayani.

Pasal 8 PKPU Nomor 5/2014 menegaskan bahwa wajib pilih bisa melakukan pencoblosan di tempat pemungutan suara (TPS) lain dengan catatan: (a). Sedang menjalankan tugas di tempat lain pada hari dan tanggal pemungutan suara; (b). Menjalani rawat inap di rumah sakit atau puskesmas; (c). Menjadi tahanan di rumah tahanan atau lembaga pemasyarakatan; (d). Tugas belajar; (e). Pindah domisili; dan (f). Tertimpa bencana alam.

“Caranya wajib pilih melapor dulu ke PPS asal untuk memperoleh formulir Model A5-KPU dengan menunjukkan KTP atau Identitas Lain. Kemudian PPS mengecek nama yang bersangkutan ke DPT TPS asal, dan apabila pemilih tersebut tercantum dalam DPT, maka PPS menandatangani dan memberikan formulir Model A5-KPU serta mencoret nama pemilih tersebut
dari DPT TPS asal,” kata Aditya Tegela, komisioner KPU Kotamobagu yang membidangi teknis penyelenggara, di ruang kerjanya, Kamis (26/03/14).

Aditya menambahkan, formulir A5-KPU harus diberi keterangan alasan pindah karena keadaan tertentu yaitu menjalani tugas dan lain-lain. “Wajib pilih melapor ke PPS pindahan paling lambat tiga hari sebelum hari H pencoblosan, atau hari Sabtu tanggal 5 April 2014. Saat melapor ke PPS, pindahan wajib pilih harus menunjukkan: (a). KTP atau Identitas Lain; dan (b). Formulir A5-KPU yang telah ditandatangani Ketua PPS asal.”

Namun bagi mereka yang terlanjur sudah berada di daerah lain dan tidak sempat mengurus A5-KPU di daerah asal, lanjut Aditya, pada Pasal 8A dijelaskan pemilih yang bersangkutan dapat meminta A5 dari KPU kabupaten/kota tujuan selambatnya sepuluh hari sebelum pencoblosan, atau hari Senin tanggal 31 Maret 2014.

“Nanti KPU yang akan memastikan mereka terdaftar di DPT asal atau tidak, kalau ada, maka langsung dicoret namanya yang ada di DPT asal supaya tidak ganda.”

Lalu bagaimana dengan pemilih yang sama sekali tidak terdaftar dalam daftar pemilih? “Yang bersangkutan bisa memilih dengan menggunakan KTP, identitas lain atau paspor. Pada Pasal 38 PKPU Nomor 5/2014 dikatakan anggota KPPS Keempat yang mencatat identitas pemilih sesuai identitas ke dalam Formulir Model A.T. Khusus KPU,” jelas Aditya.

Hanya saja, masih kata Aditya pemilih tersebut diberikan waktu nanti setelah pemilih yang terdaftar dalam daftar pemilih habis. “Dengan kata lain KPPS memberikan waktu satu jam sebelum waktu pemungutan suara ditutup. Kalaupun surat suara di TPS habis, yang bersangkutan bisa diarahkan ke TPS lain yang terdekat. KPPS yang akan mengumumkannya.” (**)

Leave a Reply