KPU Gelar Raker Internal

KOTAMOBAGU – Secara marathon Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kotamobagu, Sabtu hingga Minggua (15-16/02/14) menggelar rapat kerja membahas kesiapan tahapan pemilihan umum (Pemilu) 2014.

Ketua KPU Kotamobagu, Nayodo Koerniawan, rapat tersebut sangat penting dilaksanakan, karena dalam beberapa hari ke depan masing-masing divisi mulai disibukkan oleh tugasnya. “Jadi, mumpung kita semua lengkap maka langsung dilakukan rapat kerja (raker),” tegas Nayodo di ruang kerjanya, Minggu (16/02/15).

Untuk saat ini, tambah Nayodo, baru internal KPU Kotamobagu dulu yang melakukan raker, setelah itu maka akan dilakukan raker bersama dengan instansi terkait, seperti pemerintah kota, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) dan aparat keamanan.

“Bahkan kami juga berencana akan mengadakan konsolidasi daerah bersama seluruh penyelenggara pemilu hingga ke tingkat bawah. Agenda ini sebagai follow up serta tindak lanjut dari rapat konsolidasi nasional di Jakarta beberapa waktu lalu.”

Yang paling urgen dalam rapat tersebut, sebagaimana disampaikan Sekretaris KPU Kotamobagu, Agung Adati, membahas kesiapan tahapan pemilu dan penganggarannya. “Apalagi sekarang logistik sudah berdatangan, jadi siap-siap untuk disortir dan didistribusikan ke desa dan kelurahan atau tempat pemungutan suara (TPS). Belum lagi tahapan kampanye terbuka sudah di depan mata,” ujar Agung.

Hadir pada raker tersebut empat komisioner KPU Kotamobagu yakni Nova Tamon, Iwan Manoppo, Aditya Tegela dan Asep Sabar. Asep menambahkan, KPU Kotamobagu perlu melakukan konsolidasi dan rapat kerja dengan penyelenggara di tingkat bawah. “Ini untuk memastikan tahapan pemungutan dan penghitungan suara berjalan dengan tertib, lancar, aman, damai, jujur dan adil. Karena itu diusulkan secepatnya menggelar pertemuan tersebut.”

Apalagi, kata Asep, KPU RI sudah mewanti-wanti kepada seluruh penyelenggara pemilu di berbagai tingkatan untuk bekerja secara profesional dan bertanggungjawab. Semua tahapan harus dilakukan secara teliti, hati-hati dan independen. “Penyelenggara pemilu diminta jangan sampai menjadi sumber masalah dan justru keberadaan dan peran penyelenggara pemilu sebagai penyelenggara harus dimaksimalkan untuk menghadirkan pemilu yang berkualitas,” kata Asep menirukan apa yang pernah disampaikan Ketua KPU RI.

Pendapat yang tak jauh berbeda disampaikan Iwan Manoppo. Menurutnya mudah-mudahan dalam pemungutan suara nanti kecil kemungkinan terjadi kecurangan. “Apalagi petugas yang dipercaya di TPS sebagian besar sudah berpengalaman dalam penyelenggaraan pilkada.” (**)

Leave a Reply