KPU Evaluasi Kinerja

JAKARTA – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Husni Kamil Manik, mewarning komisioner dan penyelenggara pemilu di daerah untuk selalu menegakkan independensi dan netralitas dalam menjalankan pekerjaannya.

Hal itu disampaikan Husni saat memberikan pengarahan pada bimbingan teknis pemutakhiran data pemilih pemilu presiden di Hotel Borobudur Jakarta, Sabtu (24/05/14).

“Kami banyak mendapat masukan tidak sedikit penyelenggara pemilu yang tidak bekerja bagus, sehingga banyak sengketa yang muncul ke permukaan,” tegas Husni di hadapan komisioner yang membidangi data informasi dan operator KPU se-Indonesia.

Lantaran itu, kata Husni, pihaknya akan melakukan evaluasi besar-besaran hingga ke bawah, apalagi penyusunan rekapitulasi perolehan suara hasil pemilu legislatif kemarin banyak yang ganjil dan janggal.

“Ironisnya lagi banyak KPU kabupaten/kota yang melanggar tahapan, tidak taat aturan dan bermain-main dengan kepentingan politik tertentu. Ini yang harus dievaluasi,” kata Husni yang didampingi komisioner lainnya, Haidar F Gumay dan Ferry Kurniansyah.

Kepada para komisioner Husni berharap pada pelaksanaan pemilu presiden ini tidak lagi terjadi hal-hal yang berdampak buruk bagi keberlangsungan demokrasi.

“Komisioner diminta untuk tidak masa bodoh dan kerja sendiri-sendiri, KPU itu harus kolektif dan keputusan yang diambil pun harus taat aturan.”

Sementara itu, Asep Sabar, komisioner KPU Kotamobagu yang mengikuti acara tersebut menambahkan bahwa ternyata tidak sedikit daerah-daerah di Indonesia yang bermasalah dalam penyelenggaraan pemilu legislatif kemarin.

“Alhamdulillah Kotamobagu berjalan aman dan tidak sampai ke sengketa, baik di MK maupun DKPP. Ini semua berkat dukungan dan dorongan positif masyarakat yang menginginkan proses demokrasi di Kotamobagu berjalan dengan baik,” tegas Asep yang didampingi Yusril Kobandaha, operator sidalih KPU Kotamobagu.

Asep menambahkan untuk pelaksanaan pilpres, KPU Kotamobagu sudah menetapkan daftar pemilih sementara hasilpemutakhiran. “Saat ini kita memasuki tahapan pengumuman daftar pemilih di PPS dan kelurahan atau desa. “Setelah itu kita akan memasuki tahap perbaikan sebelum ditetapkan menjadi daftar pemilih tetap (DPT) pada tanggal 9 Juni mendatang.” (**)

Leave a Reply