Home / Berita / KPU Curhat ke Dekot

KPU Curhat ke Dekot

KOTAMOBAGU – Semakin dekatnya pelaksanaan Pilwako 2018, Dewan Kota (Dekot) Kotamobagu menggelar rapat kesiapan bertempat di Ruangan Komisi I, Senin (27/03/17).
Tak hanya KPU Kota Kotamobagu yang diundang, ada juga Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbang Pol) dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Kotamobagu. Menurut anggota Dekot Kotamobagu, Agus Suprijanta yang memimpin rapat, pertemuan tersebut semata untuk menyatukan persepsi dan tukar pikiran terkait pelaksanaan Pilwako 2018 mendatang.
“Selama ini kami hanya baca di media soal kesiapan KPU dan instansi lainnya, tapi belum pernah mendengar langsung secara detailnya, termasuk dari Kesbang Pol dan Disdukcapil. Maka lewat forum ini mudah-mudahan semuanya bisa diketahui,” tegas Agus yang juga kader Hanura.
KPU Kotamobagu yang menghadirkan lengkap lima komisioner serta Sekretaris menjelaskan kesiapan lembaganya menyongsong pelaksanaan Pilkada Serentak 2018. Menurut Nayodo Koerniawan, Ketua KPU Kotamobagu, pihaknya sudah menyusun RKA dan sudah disepakati oleh Dekot maupun Pemkot Kotamobagu.
“Sekitar bulan April atau Mei mendatang kami sudah akan melakukan menandatangani Nota Perjanjian Hibah Daerah (NPHD). Hanya saja regulasi tidak mengijinkan kami menggunakan dana hibah tersebut sampai ada tahapan Pilkada Serentak 2018. Kami di-warning KPU RI,” papar Nayodo diiyakan komisioner lainnya; Aditya Tegela, Iwan Manoppo, Nova Tamon, Asep Sabar serta Frans Manoppo, Sekretaris KPU Kotamobagu.
Dalam kesempatan tersebut Iwan Manoppo sempat menjelaskan soal Rumah Pintar Pemilu (RPP), dimana Kotamobagu menjadi pilot project nasional.
“Persiapannya sudah 40 persen. Tujuan RPP adalah untuk mensosialisasikan dan sarana pendidikan pemilih. Nantinya yang akan terlibat di RPP selain pemilih pemula juga partai politik.”
Sementara Asep Sabar, komisioner yang menangani data pemilih menyoroti soal tingkat partisipasi politik masyarakat Kotamobagu yang berubah-ubah. “Kita punya data pada Pilwako 2013 lalu partisipasi mencapai 83 persen, karena itu target kita di Pilwako 2018 mendatang bisa sama atau melebih angka itu, yang penting jangan sampai malah turun.”
Asep juga mengharapkan keterlibatan partai politik untuk sama-sama mensosialisasikan pentingnya memilih dengan mencek namanya di daftar pemilih. “Selama ini parpol hanya meminta dukungan dari konstituen tapi tidak memperhatikan apakah mereka sudah terdaftar apa belum. Jadi keterlibatan parpol juga sangat penting bagi meningkatnya partisipasi politik.”
Sebelumnya, Kesbang Pol dan Disdukcapil menyatakan kesiapannya membantu KPU dalam menyelenggarakan, termasuk kebutuhan akan data pemilih. “Selama ini kami sudah intensif berkoordinasi dengan KPU terkait data pemilih,” tegas Virgina Olii, Kadis Dukcapil yang kemarin didampingi Sekretaris dan Kabid Kependudukan serta operatornya.
Kepada Komisi I Dekot Kotamobagu Olii juga menjelaskan proses perekaman penduduk yang dilaksanakannya selama ini. “Kami tidak menunggu bola di kantor, tapi turun langsung ke desa maupun kelurahan, termasuk melayani warga yang tidak mampu atau disabilitas,” jelas Olii.
Hanya saja problemnya, masih kata Olii, blangko e-KTP untuk sementara masih kosong. “Namun demikian bagi mereka yang sudah melakukan perekaman tapi belum bisa mengisi blangko kami memberikan surat keterangan bahwa yang bersangkutan sudah melakukan perekaman.”
Anggota Dekot yang hadir pada acara rapat tersebut selain Agus Suprijanta, ada Kadir Rumoroy (PKS), Dani Mokoginta (PKB), Mulyadi Paputungan (Demokrat) dan Alfrits Paat (PAN). Sementara dari Kesbang Pol ada Irianto Mokoginta beserta kepla bidang dan staf. (**)

About Admin KPU KK

Check Also

GCS Kota Kotamobagu

KOTAMOBAGU – Pelaksanaan Gerakan Coklit Serentak (GCS) sebagai bagian dari tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) …