KPPS Dapat Tugas Tambahan

KOTAMOBAGU – Berbeda dengan pelaksanaan pemilihan legislative (pileg), pada pemilihan presiden dan wakil presiden (pilpres), KPPS mendapat tugas tambahan.

“Tugas tersebut dalam rangka mengantisipasi kecurangan atau kekeliruan penggunaan surat suara oleh KPPS di TPS,” tegas Aditya Tegela, komisioner KPU Kotamobagu yang membidangi teknis penyelenggara, hukum dan pengawasan.

Menurut Aditya, nantinya pemilih akan disodorkan formulir C7 sebagai pertanda bahwa pemilih sudah melaksanakan hak konstitusinya. “Jadi nanti bila didapati data yang berbeda penggunaan surat suara yang terpakai dengan data di C7, maka petugas penyelenggara di TPS harus bertanggung jawab atas hal tersebut. Hal itu bisa dikatagorikan mengarah kepada tindak pidana Pemilu,” tegas Aditya.

Aditya menambahkan surat suara yang terpakai merupakan total antara surat suara sah dan tidak sah, jika data tersebut berbeda dengan data di C7, berarti ada kekeliruan menuliskan. “Namun apakah itu sengaja atau tidak? Bisa diproses atau dicari tahu penyebabnya, bahkan siapa yang menulisnya. Pokoknya bisa dipertanyakan dan ditelurusi,” ujarnya.

Jadi kalau ada perbedaan jumlah surat suara yang dipakai dengan daftar hadir pemilih akan langsung ketahuan. “Pada pemilu legislatif petugas KPPS hanya melingkari saja nama pemilih yang tercantum dalam DPT atau pemilih tambahan. Dengan mengisi C7 jumlah pemilih yang datang untuk mencoblos akan diketahui. Ini bentuk antisipasi menghadapi kekeliruan. Sejak awal akan diketahui berapa jumlah surat suara yang dipakai dan harus sama dengan pemilih yang datang mencoblos karena telah mengisi daftar hadir,” pungkas mantan panwas ini. (**)

Leave a Reply