Kejar Tayang, KPU KK Bimtek PPK

KOTAMOBAGU – Melengkapi tahapan pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Sulawesi Utara 2015, KPU Kotamobagu menggelar bimbingan teknik (bimtek) bagi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Sabtu (13/06/15) malam.

“Banyak hal yang musti difahami dan dimengerti oleh panitia penyelenggara ditingkat bawah, baik PPK maupun PPS, mengingat tidak sedikit istilah-istilah baru yang berbeda dengan saat Pemilu kemarin,” kata Nayodo Koerniawan, Ketua KPU Kotamobagu di kantornya, Minggu (14/06/15).

Nayodo menambahkan, tugas berat penyelenggara di semua tingkatan adalah bagaimana menaikkan angka partisipasi pemilih. “Pengalaman pada Pilgub Tahun 2010 lalu angka partisipasi masyarakat di Kotamobagu tidak terlalu signifikan. Karena itu tekad kita bagaimana ditahun ini bisa naik dari Pilgub lalu.”

Dua komisioner KPU Kotamobagu tampil memberikan Bimtek kepada 20 anggota PPK se-Kotamobagu, yakni Iwan Manoppo (Divisi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih) dan Asep Sabar (Divisi Data dan Informasi) bersama operator Sidalih Yusril Kobandaha.

Dalam paparannya, Iwan banyak menjelaskan kita-kiat PPK dan PPS untuk mensosialisasikan pentingnya Pilgub Sulut bagi pembangunan di daerah ini. “Banyak strategi yang bisa kita lakukan. Segmen yang menjadi sasaran pun khusus untuk Kotamobagu ditambah, sebagaimana pelaksanaan Pemilu 2014 kemarin.”

Hanya saja, lanjut Iwan, berbeda dengan Pemilu 2014, pada Pilgub Sulut kali ini tidak ada aturan soal relawan demokrasi. “Namun demikian tidak mematahkan semangat kita, termasuk PPS dan PPK untuk mengajak warga untuk memilih. KPU Kotamobagu juga bertanggungjawab untuk itu.”

Sementara itu, Asep Sabar dan Yusril Kobandaha dari data informasi lebih banyak menjelaskan soal bagaimana mengelola data pemilih.

“Pada pelaksanaan Pilgub Sulut ada istilah-istilah baru yang muncul dan digunakan pada penysusunan data pemilih. Pada Pilgub kali ini ada DPTb-1, DPTb-2 dan DPPh, menggantikan DPK dan DPKTb pada Pemilu 2014. Fungsi hampir sama,” kata Asep sambil berharap kepada PPK, PPS dan PPDP untuk bekerja maksimal langsung turun lapangan.

“Saya menjamin data pemilih Kotamobagu akan bagus dan valid jika semua pihak turun langsung, tanpa harus menunggu. Kami dari KPU Kotamobagu juga siap untuk berjibaku untuk itu.”

Dibagian lain, Yusril memberikan penegasan soal sistem data pemilih (sdalih) yang full teknologi. “Kami nanti hanya bisa berkoordinasi dengan PPK maupun PPS yang memahami operasionalisasi program excel, mengingat data di portal menggunakan fasilitas itu.”

Hadir pula pada acara itu komisioner KPU Kotamobagu, Aditya Tegela, Nova Tamon dan Sekretaris KPU Kotamobagu, Abdullah Mokoginta. (**)

Leave a Reply