Home / Berita / “Kalau Ada yang Kasih Duit, Gimana?”

“Kalau Ada yang Kasih Duit, Gimana?”

KOTAMOBAGU – Pelaksanaan Sosialisasi Pemilihan Umum (Pemilu) di SMA Negeri 1 Kotamobagu (bukan SMK Cokroaminoto sebagaimana diberitakan koran lokal, red), Sabtu (26/01/14) pagi, berlangsung menarik.

Bahkan sosialisasi “KPU Goes to School” yang digelar KPU Kotamobagu untuk yang ketiga kalinya itu mendapat perhatian ratusan siswa setempat. Ini b isa dibuktikan dari banyaknya pertanyaan serta tanggapan siswa usai paparan yang disampaikan Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih Pemula dan Pengembangan SDM, Iwan Manoppo.

“Pak, kalau misalnya ada calon yang memberikan duit supaya memilih dia, bagaimana?” tanya Dewi Sondakh dengan mimik serius. Pertanyaan berikut dari siswa lainnya terkait dengan pemberian suara atau memilih, “Seberapa besar pentingnya sih satu suara dalam Pemilu?”

Menurut Iwan, beberapa hal negatif memang sering terjadi dalam pemilihan umum. “Tapi sebaiknya tidak ada calon yang melakukan bagi-bagi duit seperti itu, karena itu memberikan pembodohan, memberikan pendidikan politik yang sama kepada rakyat yang akan diwakilinya,” tegas Iwan.

Masih kata Iwan, sebagai pemilih pemula para siswa sebaiknya tidak menerima hal-hal yang semacam itu, seperti bagi-bagi duit yang dilakukan calon karena itu menyalahi aturan. “Tapi semuanya diserahkan kepada kita untuk memilih calon wakil rakyat yang akan kita percaya duduk di DPR. Kita harus memilih orang yang punya visi jelas dan jangan salah. Yang lebih penting lagi bisa memperhatikan kita, terutama bagi sektor pendidikan.”

Terkait pertanyaan tentang pentingnya suara, menurut Iwan, di negara yang menganut demokrasi suara rakyat itu sangat menentukan. “Demokrasi itu kan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Kalau kita tidak memberikan suara kita, kasihan masa depan negara kita ini. Satu suara itu menentukan masa depan bangsa,” ujar Iwan yang kemarin didampingi tiga komisioner KPU Kotamobagu lainnya, Nova Tamon, Aditya Tegela dan Asep Sabar.

Acara diakhiri dengan sebuah simulasi pemilihan umum yang dipimpin oleh Nurcholis. Para siswa selain diperagakan bagaimana mencoblos juga diberikan pembekalan bagaimana menjadi kelompok panitia pemungutan suara (KKPS) di tempat pemungutan suara (TPS). (**)

About Admin Website

Check Also

GCS Kota Kotamobagu

KOTAMOBAGU – Pelaksanaan Gerakan Coklit Serentak (GCS) sebagai bagian dari tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) …

Leave a Reply