Jumlah DPS Berkurang 5.854 Orang

KOTAMOBAGU– Sejumlah permasalahan ditemukan Petugas Pemutakhiran Data Pemilu (PPDP) saat melakukan validasi pemilih. Salah satunya pemilih misterius. Ada 906 warga Kotamobagu yang masuk dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS) tapi tidak bisa ditemui.

Data yang diperoleh, sejumlah Kelurahan yang mengalami masalah DPS ini yakni, Mongkonai sebanyak 207 pemilih, Kotamobagu 201 pemilih, Pobundayan 143 pemilih, dan Kotobangon 119 pemilih. Secara keseluruhan warga yang tidak diketahui ini berada di Kecamatan Kotamobagu Utara sebanyak 73 pemilih, Kotamobagu Timur sebanyak 241 pemilih, Kotamobagu Selatan 184 pemilih dan Kotamobagu Barat sebanyak 408 pemilih.

Menurut Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kotamobagu Nayodo Koerniawan, warga yang terdaftar DPS tersebut mempunyai NIK (Nomor Induk Kependudukan). “Makanya kami tidak berani mencoret nama mereka. Akan dipastikan dahulu keberadaan penduduk yang tidak diketahui tersebut,” ujar Nayodo.

KPU juga, lanjut Nayodo, telah melakukan koordinasi dengan Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan (Discapilduk) Kotamobagu untuk membahas masalah tersebut. “Karena data DPS bersumber dari Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) milik Discapilduk. Kami serahkan untuk lebih memvalidasi. Masalah DPS harus segera dituntaskan karena kami tidak ingin ketika sudah menjadi DPT (Daftar Penduduk Tetap) ada yang menuding masuknya pemilih siluman,” kata Nayodo.

Dia memperkirakan, munculnya nama-nama yang tidak diketahui keberadaanya itu karena keluar masuknya penduduk. Selain itu, PPDP juga menemukan beberapa kejanggalan pada DPS. Yakni adanya pemilih ganda (2.015 orang), meninggal dunia (1.155 orang), pindah (2.329 orang), TNI/Polri (57 orang), Cacat Mental (69 orang), belum cukup umur (76 orang) dan lainya (33 orang). Hasilnya, rekapitulasi sementara jumlah DPS mengalami pengurangan dari 90.971 menjadi 85.117 atau berkurang 5.854 orang.

Menurut Sekretaris KPU Kotamobagu Muhammad Agung Adati ST MSi, pencoretan nama dalam DPT bisa dilakukan bila terdapat pemilih ganda, meninggal dunia, dan belum cukup umur. “Untuk menghasilkan DPT yang valid, maka diharapkan semua pihak yang berkepentingan harus ikut terlibat,” ujar mantan Kabag Humas Pemkot Kotamobagu ini.(*)

Leave a Reply