Inilah Suara Sah Pileg 2014

KOTAMOBAGU – Dalam waktu dekat ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kotamobagu akan menggelar simulasi akbar yang diikuti oleh ratusan relawan.

“Simulasi itu untuk memperagakan bagaimana pemungutan suara dan penghitungan suara pada Pemilu 2014 yang sedikit berbeda dengan sebelumnya,” kata Agung Adati, Sekretaris KPU Kotamobagu, Kamis (27/03/14).

Sebagaimana Peraturan KPU Nomor 5/2014, jelas Agung, ditegaskan bahwa tanda coblos pada kolom yang memuat nomor urut, tanda gambar, dan nama Partai Politik, suaranya dinyatakan sah untuk partai politik. Kemudian tanda coblos pada kolom yang memuat nomor urut dan nama calon anggota, suaranya dinyatakan sah untuk nama calon yang bersangkutan dari partai politik yang mencalonkan.

“Di PKPU juga dijelaskan bahwa tanda coblos pada kolom yang memuat nomor urut, tanda gambar dan nama partai politik, serta tanda coblos pada kolom yang memuat nomor urut dan nama calon dari partai politik yang bersangkutan, suaranya dinyatakan sah untuk nama calon yang bersangkutan dari partai politik yang mencalonkan,” jelas Agung.

Hal lainnya yang berbeda adalah tanda coblos pada kolom yang memuat nomor urut, tanda gambar, dan nama partai politik, serta tanda coblos lebih dari satu calon pada kolom yang memuat nomor urut dan nama calon dari partai politik yang sama, suaranya dinyatakan sah satu suara untuk partai politik.

Lalu, tanda coblos lebih dari satu calon pada kolom yang memuat nomor urut dan nama calon dari partai politik yang sama, suaranya dinyatakan sah satu suara untuk partai politik. Demikian pula tanda coblos lebih dari satu kali pada kolom yang memuat nomor urut, tanda gambar, dan nama Partai Politik, tanpa mencoblos salah satu calon pada kolom yang memuat nomor urut dan nama calon dari partai politik yang sama, suaranya dinyatakan sah satu suara untuk partai politik.

Ada pertanyaan, bagaimana dengan caleg yang sudah meninggal atau tidak lagi mencalonkan diri? Menurut Agung, jika ada pemilih yang tetap memilih caleg yang sudah meninggal atau mundur, suaranya tetap dianggap sah dan masuk ke partai politik.

“Bunyi ayatnya pertama begini, tanda coblos pada satu kolom yang memuat nomor urut tanpa nama calon disebabkan calon tersebut tidak lagi memenuhi syarat, dinyatakan sah satu suara untuk Partai Politik. Ayat berikutnya bila ada tanda coblos pada satu kolom yang memuat nomor urut dan nama calon atau tanpa nama calon yang disebabkan calon tersebut meninggal dunia/tidak lagi memenuhi syarat dan tanda coblos pada satu kolom nomor urut dan nama calon dari satu Partai politik, dinyatakan sah satu suara untuk calon yang masih memenuhi syarat.” (**)

Leave a Reply