Home / Berita / Ini Dia Syarat Perseorangan

Ini Dia Syarat Perseorangan

KOTAMOBAGU – “Syarat pendaftar jalur perseorangan atau independen yaitu dapat dukungan dari 8.681 pendukung, disertai sejumlah dokumen saat penyerahan dukungan tanggal 22-26 November 2017.”
Penegasan tersebut disampaikan Aditya Tegela, Komisioner KPU Kota Kotamobagu yang membidangi teknis penyelenggara saat Sosialisasi Persyaratan Calon Perseorangan Pilkada Kota Kotamobagu Tahun 2018, Jumat (17/11/17).
Dukungan tersebut, lanjut Aditya, dalam bentuk surat dukungan yang disertai fotokopi KTP elektronik atau surat keterangan yang diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
“Pasangan calon dari jalur perseorangan wajib mendapat 8.681 kartu tanda penduduk (KTP) lengkap dengan surat dukungan yang tersebar di tiga dari empat kecamatan dan harus diserahkan mulai tanggal 25-29 November 2017.”
DPT Kota Kotamobagu saat Pilgub Sulawesi Utara Tahun 2015 sebanyak 86.818 pemilih. Sehingga 10 persen untuk maju dari jalur perseorangan sebanyak 8.681 dukungan pemilih. Hanya, dukungan itu harus tersebar minimal 50 persen di empat kecamatan yang ada di Kota Kotamobagu.
“Kita menyarankan kepada semua pihak berkeinginan mencalonkan diri dari jalur perseorangan di Pilkada Kota Kotamobagu agar melebihkan dukungan dari yang telah ditetapkan. Hal itu untuk mengantisipasi apabila terjadi kekurangan saat dilakukan verifikasi.”
Aditya mengingatkan untuk anggota legislatif, aparatur sipil negara (ASN), anggota Polri/TNI yang ingin mencalon diri di Pilkada 2018 diwajibkan melampirkan surat proses pengunduran diri ketika telah ditetapkan sebagai calon. “Surat proses pengunduran diri itu harus sudah diterima KPU Kota Kotamobagu paling lambat lima hari setelah ditetapkan sebagai calon. Setelah itu, diserahkan juga surat telah resmi mengundurkan diri dari jabatannya paling lambat 30 hari setelah ditetapkan sebagai calon.
“Bakal Calon akan didiskualifikasi gugur apabila pihak KPU Kota Kotamobagu telah menyatakan tidak dapat memenuhi persyaratan sebagai calon, dan tidak memenuhi beberapa syarat pencalonan yang telah tertuang di dalam perundang undangan,” demikian Daang.
Sedangkan untuk calon yang diusung melalui partai politik atau gabungan partai politik (parpol), jelas Aditya, KPU Kota Kotamobagu sudah pernah membuat keputusan terkait syarat pencalonan paslon dari parpol atau gabungan parpol pada September silam.
“Untuk bakal pasangan calon dari parpol kita sudah menetapkan syarat 20 persen dari jumlah kursi DPRD Kota Kotamobagu. Tentu nanti akan ada koalisi partai untuk paslon. Ada juga kita hitung dari 25 persen suara sah akumulasi parpol peserta Pemilu 2014. Secara bersama-sama nanti calon independen dan parpol akan mendaftar tanggal 8-10 Januari 2018,” lanjutnya.
Selain itu, Aditya memaparkan bahwa parpol atau gabungan parpol yang tidak memperoleh kursi di DPRD Kota Kotamobagu hasil Pemilu 2014 tidak dapat mengusulkan pasangan calon. “Ada beberapa dari 12 partai peserta Pemilu 2014 karena memang tidak ada kursi seperti Nasdem, PPP, PKPI, dan PBB. Jadi mereka tidak bisa mengusung paslon. Demikian pula koalisi juga tidak bisa. Karena syaratnya harus ada kursi di DPRD Kota Kotamobagu. Jadi yang boleh berkoalisi yang ada di dewan.”
Sayangnya acara tersebut hanya dihadiri oleh satu bakal paslon perseorangan. Sementara lainnya yang diundang oleh KPU Kota KOtamobagu tidak hadir. (**)

About Admin KPU KK

Check Also

GCS Kota Kotamobagu

KOTAMOBAGU – Pelaksanaan Gerakan Coklit Serentak (GCS) sebagai bagian dari tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) …