Hanura Pertama Masukkan DAK

KOTAMOBAGU – Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kotamobagu resmi memasukkan laporan dana alokasi kampanye (DAK), Senin (23/12) lalu.

Dokumen DAK tersebut diantar langsung Ketua Hanura Kotamobagu, Agus Suprijanta. “Kami ingin menjadikan Hanura sebagai partai yang taat aturan, karenanya kami tidak ingin menyia-nyiakan waktu yang ada,” tegas mantan anggota DPRD Kotamobagu ini.

Menurut Agus, sebenarnya dokumen ini sudah dari pekan lalu rampung, namun pihaknya masih mencari waktu yang pas untuk memasukkannya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kotamobagu. “Nah, Senin-lah waktu yang pas bagi kami mendatangi KPU.”

Di KPU Kotamobagu, Agus dan pengurusnya diterima langsung oleh Ketua Divisi Teknis Penyelenggara, Hukum dan Pengawasan, Aditya Tegela. Kepada pimpinan Hanura Aditya menyampaikan bahwa dokumen yang diterimanya masih akan dikoreksi satu persatu, jangan sampai ada yang terlewat atau tidak sesuai aturan. “Masih ada beberapa hari untuk perbaikan, sebelum dokumen-dokumen ini dikirimkan ke Jakarta,” tegas Aditya yang kemarin didampingi komisioner KPU Kotamobagu lainnya, Asep Sabar.

Yang menarik, berkas laporan DAK Hanura kemarin terpaksa dikembalikan lantaran tidak dilengkapi dengan dokumen pendukung seperti kwitansi penerimaan dan pengeluaran dan lain-lainnya yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari pelaporan DAK. “Saya terpaksa kembalikan dokumennya dan meminta untuk dilengkapi,” tegas Aditya.

Di bagian lain, Asep yang juga Ketua Divisi Humas, Data Informasi, Kampanye dan Hubungan Antar Lembaga itu menambahkan bahwa masih ada waktu tiga hari dari batas waktu pemasukkan DAK tahap pertama, yakni 27 Desember. “Mudah-mudahan saat jatuh tempo nanti semua peserta pemilu Kotamobagu bisa memasukkan laporan DAK-nya ke KPU. Kita semua berharap tidak ada peserta yang mendapat sanksi hanya gara-gara tidak memasukkan laporan DAK,” ujar Asep.

Dengan demikian, tambah Asep hingga kemarin baru Hanura yang tercatat sebagai parpol pertama yang memasukkan laporan DAK. “Sementara dua parpol yakni PKS dan Nasdem baru memasukkan nomor rekening khusus dan belum disertai dengan laporan DAK-nya.” (**)