Home / Berita / Ganda dan Pindah Domisili Dominan

Ganda dan Pindah Domisili Dominan

KOTAMOBAGU – Banyak pengalaman yang didapat oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) dalam melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih (dalih) Pilgub Sulut 2015.

Namun dari hasil monitoring dan evaluasi (monev) yang dilakukan oleh KPU Kotamobagu selama dua hari kemarin, Selasa-Rabu (11-12/08/15), ternyata kasus pemilih ganda dan pindah domisili mendominasi, disamping pemilih yang sudah meninggal namun tetap terdata, dan pemilih yang namanya tiba-tiba hilang dari data meski pada pelaksanaan Pemilu 2014 sudah memilih.

“Itulah tujuan coklit, PPDP harus mencocokan kembali apakah data yang sudah dikeluarkan KPU RI dari hasil sinkronisasi DP4-DPT Pemilu 2014 sudah valid atau belum. Kalau belum, maka harus diperbaiki; yang meninggal dicoret, yang pindah domisili dicatat dan lain sebagainya,” jelas Asep Sabar, Komisioner KPU Kotamobagu yang membidangi data informasi, di ruang kerjanya Kamis (13/08/15).

Asep menambahkan, memang masa kerja PPDP sangat singkat untuk melakukan coklit, mengingat persoalan penduduk itu dinamis dan selalu terjadi perubahan setiap saat. “Diaturan, sebagaimana yang berlaku pada pelaksanaan Pilkada Serentak kali ini, pemutakhiran data terus berlanjut hingga menjelang pemungutan suara nanti.”

Hanya saja, masih kata Asep, yang bekerja nanti adalah Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dengan berkoordinasi KPU Kotamobagu.

“Hasil coklit PPDP yang akan berakhir 19 Agustus ini akan diuji publik pada tanggal 10-19 September. Disini masyarakat dipersilakan untuk memberikan masukan terkait dengan data pemilih. Karena bukan tidak mungkin ada pemilih yang sudah lama berdomisili bahkan pernah memilih di Pilwako maupun Pemilu kemarin, tapi tidak terdaftar.” (**)

About Admin Website

Check Also

GCS Kota Kotamobagu

KOTAMOBAGU – Pelaksanaan Gerakan Coklit Serentak (GCS) sebagai bagian dari tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) …

Leave a Reply