Home / Berita / Formulir C6 Pilwako Segera Didistribusikan

Formulir C6 Pilwako Segera Didistribusikan

KOTAMOBAGU – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kotamobagu akan mendistribusikan model C6-KWK (pemberitahuan memilih) pada Pilkada 2018 paling lambat tiga hari sebelum pemugutan suara digelar.
Komisioner KPU Kota Kotamobagu, Nova Tamon mengungkapkan pihaknya semaksimal mungkin agar peredaran formulir C6-KWK dapat sampai kepada para pemilih.
“Soal pendistribusian C6, ada PKPU yang mengatakan bahwa pendistribusian C6 paling lambat tiga hari sebelum hari H,” kata Nova.
Menurut Nova, formulir model C6-KWK harus didistribusikan oleh Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). “Harus KPPS yang mendistribusikan. Silakan kalau memang ada pihak lain yang ingin memantau pendistribusiannya, seperti PPL, aparat kelurahan/desa dan lain-lain,” tegas Nova.
Dibagian lain, Ketua Divisi Logistik, Ridwan Kalauw, menjelaskan bila pada pemilihan sebelumnya formulir C6-KWK masih ditulis secara manual oleh KPPS dan belum memuat beberapa hal. Namun sekarang, seiring perkembangan tekhnologi, KPU telah membuat aplikasi formulir Model C6- KWK.
“Jadi, tidak perlu ditulis lagi secara manual lagi, di dalam aplikasi tinggal print out. Di formulir tersebut memuat beberapa hal, diantaranya identitas pemilih yang meliputi nama pemilih, jenis kelamin, nomor urut DPT, NIK, alamat desa/kelurahan, juga menjelaskan tata cara pemberian suara, peringatan agar pemilih memberikan hak pilih satu kali dan menjelaskan kewajiban pemilih untuk membawa dan menunjukan KTP-el/Suket kepada KPPS pada saat di TPS.”
Dengan adanya formulir by aplikasi ini, setidaknya dapat meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan. (1). Pemilih tidak bisa menyalahkangunakan formulir tersebut. Pemilih hanya bisa menggunakan formulir atas namanya sendiri dan tidak bisa menggunakan formulir orang lain atau menggunakan lebih dari satu formulir.
Berikutnya, (2). Pemilih dan KPPS tidak bisa menggandakan sendiri formulir tersebut karena seluruh informasi mengenai identitas pemilih sudah dicetak by sistem dengan jumlah yang sesuai dengan DPT. (3). Kerja KPPS lebih efektif, esien dan mudah. KPPS tidak lagi menulis secara manual yang butuh energi dan waktu lama dan berpotensi keliru/salah menulis.
“Tugas KPPS tinggal membagikan formulir tersebut kepada pemilih yang terdaftar dalam DPT paling lambat tiga hari sebelum hari pemungutan suara. Diharapkan dengan sistem aplikasi tersebut tidak ada lagi penyalahgunaan dan tidak meragukan integritas penyelenggara pemilu,” tegas Ridwan.
Yang perlu diingatkan lagi, bahwa pemilih yang menggunakan C6 milik orang lain akan dikenakan sanksi pidana. Hukumannya berdasarkan Pasal 178A UU No. 10/2016, pidana penjara paling singkat 24 bulan dan paling lama 72 bulan serta denda paling sedikit 24 juta rupiah dan paling banyak 72 juta rupiah. (***)

About Admin KPU KK

Check Also

GCS Kota Kotamobagu

KOTAMOBAGU – Pelaksanaan Gerakan Coklit Serentak (GCS) sebagai bagian dari tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) …