Home / Berita / DPT Pemilu 2019 Berubah

DPT Pemilu 2019 Berubah

KOTAMOBAGU – KPU Kota Kotamobagu akhirnya menuntaskan pencermatan dan penghapusan data ganda yang direkomendasikan Bawaslu RI, Bawaslu Sulut, Bawaslu Kota Kotamobagu hingga Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
“Kami sudah menetapkan dan memplenokan hasil pencermatan serta penghapusan data ganda tersebut,” kata Asep Sabar, anggota KPU Kota Kotamobagu yang membidangi perencanaan dan data, Kamis (13/09/18) malam.
Asep menjelaskan bahwa Bawaslu secara berjenjang sudah memasukkan rekomendasi sebanyak 2.216 pemilih yang diidentifikasi ganda. “Nama-nama yang masuk tersebut kami gabungkan, karena kebanyakan nama-nama yang direkom Bawaslu RI dan Bawaslu Sulut sudah tergabung di Bawaslu Kota Kotamobagu.”
Nah, dari hasil pencermatan yang dilakukan KPU Kota Kotamobagu ada 751 pemilih yang harus dihapus, maka dilakukanlah penghapusan. “Lho, kenapa cuma 751 orang saja yang dihapus? Setelah dikoordinasikan dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, ternyata nama-nama lainnya orang yang berbeda, jadi tidak bisa dihapus. Mereka punya NIK dan NKK yang berbeda meski namanya sama,” tegas Asep diiyakan komisioner lainnya; Nova Tamon (Ketua), Iwan Manoppo, Amir Halatan, dan Ridwan Kalauw.
Kata Asep, kalau mereka-mereka itu harus dihapus dari daftar pemilih kemudian tiba-tiba mereka muncul di TPS pada hari pemungutan suara bagaimana? “KPU Kota Kotamobagu sangat berhati-hati untuk melakukan penghapusan. Karena itu sama saja dengan menghilangkan hak konstitusional warga, bisa kena pidana kita.”
Selain ganda, Bawaslu juga merekom nama-nama pemilih yang dipastikan meninggal dunia. “Dari 35 yang masuk ke KPU Kota Kotamobagu hanya 27 saja yang dihapus. “Sisanya tidak bisa dideteksi karena NIK dan NKK-nya berbintang. Kami juga identifikasi ke www.ceknik.kpu.go.id.”
Untuk memastikan rekomendasi pemilih yang meninggal KPU Kota Kotamobagu juga sempet melakukan verifikasi faktual ke kantor kelurahan dan desa serta langsung ke keluarganya. “Dalam verifikasi kami didampingi Bawaslu Kota Kotamobagu. Demikian juga dengan pemilih yang pindah domisili serta belum cukup umur.”
Sedangkan untuk rekom yang disampaikan PKS, KPU Kota Kotamobagu tidak melakukan penghapusan mengingat nama-nama yang disodorkan tidak lengkap datanya, sehingga sulit dilakukan pencermatan. PKS sempat memasukkan sebanyak 593 orang tapi tidak lengkap dan NIK-nya masih berbintang,” ujar Asep.
Bila dikalkulasi, dari total 3.003 pemilih yang direkomendasi dengan berbagai pihak dan bermacam alasan seperti meninggal, ganda dan lain-lain, yang dihapus sebanyak 942 pemilih. “Termasuk diantaranya adalah pencermatan yang dilakukan sendiri oleh KPU Kota Kotamobagu (selfassasment) sebanyak 154 pemilih,” papar Asep.
Sementara itu, pihak Bawaslu Kota Kotamobagu, saat pleno menegaskan bahwa rekomendasi tersebut dilakukan atas hasil pengawasan dan analisis Bawaslu terhadap Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kota Kotamobagu, dan ternyata masih banyak data ganda. “Bawaslu memastikan rekomendasi diterbitkan demi menjaga hak pilih di Kota Kotamobagu,” kata Ivan Tandayu, diiyakan Musly Mokoginta (Ketua) dan Mishard Manoppo.
“Bawaslu melakukan pencermatan terhadap by name by address dengan NIK DPT, lanjut Ivan, dengan waktu yang mepet. Hasilnya, sebagaimana yang sudah direkom ke KPU Kota Kotamobagu.”
Dengan adanya rekomendasi Bawaslu tersebut, secara otomatis jumlah pemilih di DPT Pemilu 2019 Kota Kotamobagu turut berubah dari 89.415 pemilih menjadi 88.476 pemilih atau selesih kurang sebanyak 939 pemilih. Jumlah tersebut bahkan sudah disahkan dan ditetapkan pada Pleno Rekapitulasi Tingkat Provinsi Sulawesi Utara di Peninsula Hotel Manado, Jumat (15/09/18) malam. (***)

About Admin KPU KK

Check Also

GCS Kota Kotamobagu

KOTAMOBAGU – Pelaksanaan Gerakan Coklit Serentak (GCS) sebagai bagian dari tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) …