Home / Berita / Divisi Datin BMR Berembug

Divisi Datin BMR Berembug

KOTAMOBAGU – Divisi Data dan Informasi KPU se-Bolaang Mongondow Raya (BMR), Selasa (11/02/14) siang melakukan pertemuan membahas hak pilih warga lembaga pemasyarakatan (lapas) Kotamobagu.

Hadir di acara tersebut seluruh Ketua Divis Data Informasi (Datin) KPU se-BMR seperti Mishard Manoppo (Bolsel), Ronald (Boltim), Lukman (Bolmut) dan Sombowadile (Bolmong) bersama para operator system data pemilih (sidalih)-nya masing-masing. Tak ketinggalan dua personil Panwaslu Kotamobagu juga hadir, Ivan Tandayu dan Shakespeare Makalunsenge.

Dari Lapas hadir Acip Rasidi dan Roy Sumerah yang sempat memaparkan data warga binaan di Lapas Kotamobagu. Menurut mereka data tersebut hasil rekap yang dilakukan pihaknya selama sepekan kemarin. Dimana hasilnya sebanyak 205 wajib pilih di Lapas Kotamobagu.

Pertemuan yang dipimpin langsung Ketua KPU Kotamobagu Nayodo Koerniawan itu menghasilkan beberapa kesepakatan bahwa data yang ada dari lapas masih akan di-cross check terlebih dahulu di daftar pemilih tetap (DPT) masing-masing daerah se-BMR. Setelah itu akan di-input di DPT Kotamobagu, mengingat Lapas sendiri berada di wilayah hukum Kotamobagu.

“Sambil menunggu petunjuk dari provinsi dan pusat, kita terus meng-check nama penghuni lapas, mulai dari Bolmong, Bolmut, Boltim, dan Bolsel. Syukur-syukur kalau tidak terdaftar, berarti kemungkinan data ganda bisa dihindari,” ujar Nayodo yang kemarin didamping tiga komisioner KPU Kotamobagu, Nova Tamon, Asep Sabar, dan Iwan Manoppo.

Nayodo juga sempat menyebut-nyebut soal formulir A5 untuk diserahkan ke TPS saat hari H nanti. “Jadi ketika ada masalah dan keberatan dari peserta pemilu kita punya landasan yakni Peraturan KPU, mengingat untuk melakukan penghapusan sangat beresiko.”

Hal lainnya yang sempat berkembang dalam pertemuan tersebut adalah belum adanya kata sepakat soal penghapusan nama penghuni lapas di daerah selain Kotamobagu, mengingat tidak ada dalam regulasi dan aturannya. “Kami tidak mau ini jadi permasalahan di kemudian hari,”tegas Mishard Manoppo.

Hal yang sama juga disampaikan Ivan Tandayu. Menurutnya Panwaslu tidak bisa serta merta mengeluarkan rekomendasi terkait penghapusan data, terutama yang berasal dari luar Kotamobagu. “Kami masih harus berkonsultasi dan menunggu dasar hukumnya,” tegas Ivan.

Malah Ivan mengusulkan agar penghuni lapas Kotamobagu dimasukkan saja ke daftar pemilih khusus (DPK) yang saat ini sudah berjalan. Ini, katanya, penting agar DPT Kotamobagu yang sudah tuntas invalid-nya tidak terganggu lagi. “Intinya kami tetap menunggu aturan bakunya, jangan sampai keputusan yang diambil sekarang ini jadi sengketa dan dipermasalahkan oleh peserta pemilu,” ujar Ivan. (**)

About Admin Website

Check Also

GCS Kota Kotamobagu

KOTAMOBAGU – Pelaksanaan Gerakan Coklit Serentak (GCS) sebagai bagian dari tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) …

Leave a Reply