Home / Berita / Butuh PPDP yang Mau Kerja

Butuh PPDP yang Mau Kerja

KOTAMOBAGU – Meski jumlah pemilih di Kota Kotamobagu versi Daftar Pemilih Potensial Pemilihan (DP4) dengan Portal Sidalih terjadi perbedaan, tahapan pemutakhiran jalan terus.

Memang benar, selisih angka perbedaanya mencapai 26.756 orang. Dimana menurut DP4, daftar pemilih yang dikelola pemerintah, jumlah pemilih di daerah ini mencapai 84.438 orang, sementara di Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih) yang dikelola KPU RI dari hasil sinkronisasi pemilih DAK2 dan DP4 yang dikelola pemerintah dengan daftar pemilih hasil Pemilu 2014 lalu, mencapai 111.194 orang.

“Tidak masalah, dan tidak perlu dipersoalkan. Toh pada akhirnya data tersebut akan dicocokkan dan diteliti (coklit) juga oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS),” kata Asep Sabar, Komisioner KPU Kotamobagu yang membidangi data informasi dan humas, saat dikonfirmasi beberapa media, Sabtu (27/06/15).

Tahap coklit tersebut, lanjut Asep, PPDP bersama PPS serta petugas dari Dinas Catatan Sipil (Discapil) akan langsung datang ke rumah-rumah penduduk, mengecek langsung para wajib pilih. Bahkan akan mengundang Panwas Lapangan untuk turun langsung sama-sama.

“Hasil dari coklit itulah yang nantinya akan jadi Daftar Hasil Sementara (DPS) untuk kemudian dilakukan pemutakhiran dan ditetapkan menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT) dalam rangka pelaksanaan Pilgub Sulawesi Utara Tahun 2015 di Kotamobagu.”

Asep menambahkan, waktu yang diberikan panitia adhoc untuk melakukan coklit sebagaimana jadwal yang ditetapkan KPU RI mulai 15 Juli hingga 19 Agustus mendatang.

“Jadi, tanggal 12 atau 13 Juli bulan depan kami; KPU Kotamobagu, akan mengumumkan PPDP yang direkomendasikan oleh PPS untuk melakukan coklit daftar pemilih. Waktu kerja PPDP hanya sebulan,” ujar Asep sambil menambahkan pihaknya tidak menginginkan PPDP yang direkomendasikan tidak kerja maksimal.

“Kami minta PPS merekomendasikan PPDP yang mau kerja dan tidak malu turun ke rumah-rumah penduduk. Jangan sampai pengalaman lalu dimana banyak pemilih yang tidak memenuhi syarat (TMS) seperti ganda, sudah meninggal atau pindah domisili masih tercantum. Itu lantaran petugasnya tidak mau turun.” (**)

About Admin Website

Check Also

GCS Kota Kotamobagu

KOTAMOBAGU – Pelaksanaan Gerakan Coklit Serentak (GCS) sebagai bagian dari tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) …

Leave a Reply