Home / Berita / Data Rekap KPU Jadi ‘Berharga’

Data Rekap KPU Jadi ‘Berharga’

KOTAMOBAGU – Silang pendapat hasil quick count yang dilakukan beberapa lembaga survey, menyebabkan data pemilu presiden dan wakil presiden (pilpres) yang ditangani Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjadi sangat ‘berharga’.

“Kami tidak mau mengomentari apa yang sudah dilakukan oleh lembaga-lembaga survey terkait hasil pemungutan suara kemarin. Yang penting kami terus bekerja untuk menjalankan tahapan untuk sampai pada pleno kabupaten/kota pada 16-18 Juli mendatang,” kata Nayodo Koerniawan, Ketua KPU Kotamobagu di ruang kerjanya, Kamis (10/07/14).

Dalam Undang-undang pemilu maupun Peraturan KPU, kata Nayodo, sudah jelas bahwa lembaga yang diakui mengelola pemilu itu KPU, bukan lembaga survey.

Kita ketahui bersama, Undang-undang (UU) Tentang Penyelenggara Pemilihan Umum diatur mengenai penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu) yang dilaksanakan oleh suatu Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang bersifat Nasional, Tetap, dan Mandiri. Sifat Nasional mencerminkan bahwa wilayah kerja dan tanggung jawab KPU sebagai penyelenggara Pemilu mencakup seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sementara sifat Tetap menunjukkan KPU sebagai lembaga yang menjalankan tugas secara berkesinambungan meskipun dibatasi oleh masa jabatan tertentu. Sedangkan sifat Mandiri menegaskan KPU dalam menyelenggarakan Pemilu bebas dari pengaruh pihak mana pun.

Itu artinya KPU diberikan hak menyelenggarakan pemilu. “UU jelas bahwa hanya KPU-lah lembaga yang berhak menentukan hasil-hasil pemilu.” (**)

About Admin Website

Check Also

GCS Kota Kotamobagu

KOTAMOBAGU – Pelaksanaan Gerakan Coklit Serentak (GCS) sebagai bagian dari tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) …

Leave a Reply