Butuh Data Pemilih Termutakhir

Butuh Data Pemilih Termutakhir

KOTAMOBAGU – Mengelola data pemilih itu butuh ketelitian dan kecermatan, karena memang sifatnya dinamis seiring dengan status pemilih itu sendiri; meninggal, pindah domisili dan lain-lain.
Penegasan tersebut disampaikan Lanny Ointu, Komisioner sekaligus Ketua Divisi (Kadiv) Perencanaan dan Data Informasi KPU Provinsi Sulawesi Utara saat memberikan materi pada Rapat Koordinasi Penyusunan Daftar Pemilih pasca Coklit oleh PPDP di Hotel Sutanraja Kotamobagu, Selasa (25/08/2020).
Menurut Lanny, dari hasil evaluasi selama pelaksanaan pencocokan dan penelitian (coklit) oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP), ternyata banyak kasus-kasus yang terjadi di lapangan dan menjadi fakta yang harus segera dituntaskan, terutama oleh instansi pemerintah yang membidangi kependudukan dalam hal ini Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).
“Contohnya; ada pemilih yang terdaftar di desa A tapi ber-TKP-e di desa B, atau sebaliknya. Kemudian ada lagi pemilih yang didata berjenis kelamin laki-laki, ternyata di KTP-elnya ternyata perempuan. Berikutnya yang pndah domisli dan sudah tidak tinggal di lokasi terdahulu dimana di terdaftar, dan masih banyak lagi,” beber Lanny.
Untuk kasus-kasus yang terkait dengan elemen data atau pemilih baru, lanjut Lanny, pihaknya meminta KPU Kota Kotamobagu untuk segera berkoordinasi dengan Disdukcapil sebelum digelarnya pleno ditingkat PPS pada tangga; 29 Agustus nanti. “Kami minta KPU Kota Kotamobagu sehabis acara ini langsung menyampaikan semua temuan ke Disdukcapil.”
Kepada peserta rakor yang terdiri dari Ketua Bawaslu Kota Kotamobagu, Kepala Badan Kesbang Pol Kota Kotamobagu, Kepala Dinas Dukcapil, Camat, PPK dan PPS terutama yang berada di daerah perbatasan, Lanny memastikan bahwa pelaksanaan coklit oleh PPDP yang berjalan dari tanggal 15 Juli sampai 13 Agustus 2020 sudah berjalan dengan baik.
“Kami menilai PPDP sudah bagus dalam bekerja meski ada satu dua yang mendapat rekomendasi dari Bawaslu. Namun semuanya sudah diselesaikan oleh PPS dengan berkoordinasi secara berjenjang dengan PPK serta KPU Kota Kotamobagu.”
Tak hanya itu, Lanny bahkan mengapresiasi PPDP dari Desa Sia, Kecamatan Kotamobagu Utara, yang berhasil menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat 100 persen, sekaligus penginputannya ke sidalih (sistem informasi data pemilih).
Sebelumnya saat pembukaan, Ketua KPU Provinsi Sulawesi Utara; Ardiles Mewoh menyampaikan bahwa proses coklit yang dilakukan oleh PPDP selama kurang lebih sebulan merupakan tahap awal atau dasar dari penyusunan daftar pemilih pelaksanaan Pilgub Sulut tahun 2020 ini.
“Kami banyak mencatat berbagai masukan dari hasil coklit selain rekomendasi yang disampaikan oleh Bawaslu. Bahkan ada pemilih yang fakta di lapangan memiliki dua KTP-el. Ini harus dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai pihak yang punya otoritas pendataan kependudukan yakni Disdukcapil. Bahkan masih ada juga pemilih yang ber-KTP manual, malah tidak memiliki identitas kependudukan.
Menanggapi hal itu, Kadis Dukcapil Kota Kotamobagu; Virginia Olii, mengatakan pihaknya sangat mensupport apa-apa yang sedang dikerjakan oleh KPU Kota Kotamobagu yakni mendata pemilih. “Karena itu kami suap menindaklanjuti apa-apa yang menjadi temuan di lapangan, terutama terkait dengan elemen data pemilih yang tidak lengkap atau pemilih baru.
Demikian halnya Kapala Kesbang Pol Kota Kotamobagu; Irianto Mokoginta, juga mengapresiasi apa yang dilakukan oleh KPU Kota Kotamobagu beserta seluruh jajarannya hingga ke bawah. “Pemerintah memberikan jaminan untuk menindaklanjuti apa yang menjadi kebutuhan KPU Kota Kotamobagu dalam hal ini terkait dengan pendataan pemilih Pilgub Sulut 2020.”
Dibagian lain Ketua Bawaslu Kota Kotamobagu; Musly Mokoginta, menilai apa yang dilakukan oleh KPU Kota Kotamobagu sudah benar, apalagi rekomendasi maupun imbauan yang disampaikan Bawaslu langsung secepatnya ditindaklanjuti di lapangan dengan berkoordinasi bersama Pengawas Kelurahan Desa (PKD) dan Panwascam.
“Mudah-mudahan pada tahapan selanjutnya kerjasama yang sudah terjalin bagus antara Bawaslu-KPU Kota Kotamobagu ini bisa dipertahankan, kalau perlu sampai hari H pemungutan suara.”
Mengingat pentingnya acara rakor tersebut, lima Komisioner KPU Kota Kotamobagu; Iwan Manoppo (Ketua), Asep Sabar, Yokman Muhaling, Zulkifli Kadengkang dan Adrian Herdi Dayoh plus Frans TA Manoppo (Sekretaris) sampai-sampai serius menyimak materi-materi yang diberikan oleh KPU Sulut serta sesi tanya-jawab yang penuh dengan dinamika. (***)