Home / Berita / Aspirasi Jejaring Sosial

Aspirasi Jejaring Sosial

KOTAMOBAGU – Banyak hal yang disampaikan masyarakat melalui jejaring sosial yang dikelola oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kotamobagu, terutama terkait pemilihan umum legislatif (pileg) yang tinggal 2,5 hari.

Rolly Mustapa, warga Kotamobagu, misalnya. Menurut dia rakyat seharusnya lebih pintar dari wakilnya. “Suara kami gak bisa dibeli, kami hanya merasa senang membohongi para caleg sebelum mereka membohongi kami saat mereka terpilih,” katanya.

Bahkan fesbuker lainnya, Agus Tri Prabowo mengatakan siapa yang akan bertanggung jawab jika dalam pelanggaran pemilihan umum didapati, anggota KPPS, PPS dan PPK bermain. Dan bgmana supaya masyarakat dapat tahu cara memberi laporan tersebut dan pada siapa masyarakat tersebut harus melapor?

“KPU harus mensosialisasikan itu sebenarnya. Jadi setiap ada pelnggaran masyarakat yang belum dapat tahu bisa melaporkannya ke tempat yang berwenang memegang perkara tersebb,” kata Agus.

Agus mengakui bahwa kinerja dan kapasitas yang dimiliki KPU Kotamobagu sudah mencukupi dalam rangka memberikan pembekalan dan sosialisasi kepada masyarakat.

“Cuma yang harus disadari bahwa saat ini sebagian msyarakat yang pendidikannya dibawah rata-rata masih belum paham dengan cara memilih saat ini. Jadi bisa saja rawan golput.”

Dia berharap KPU menjadi lembaga independen yang riil dan transparan dalam menyelenggarakan pesta demokrasi tahun 2014 ini. “Ini berlasan karena pada tahun sebelumnya banyak anggota KPU memainkan peran aktf dalam surat suara,” tegas Agus.

Menanggapi hal itu, Iwan Manoppo, komisioner KPU Kotamobagu yang membidangi sosialisasi menjelaskan bahwa sosialisasi dan pembekalan terus dilakukan oleh KPU.

“Bahkan hampir tiap hari komisipner KPU Kotamobagu dan staf bergantian memenuhi undangn sosialisasi serta pembekalan kepada masyarakat, baik dari masyarakat umum, para caleg maupun partai politik, termasuk penyelenggara dibawah seperti KPPS, PPS dan PPK,” kata Iwan.

Dia menambahkan bahwa ditingkat bawah ada juga yang namanya relawan demokrasi, mereka hingga hari H pemilu 9 April lusa terus melakukan sosialisasi berupa ajakan memilih. (**)

About Admin Website

Check Also

GCS Kota Kotamobagu

KOTAMOBAGU – Pelaksanaan Gerakan Coklit Serentak (GCS) sebagai bagian dari tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) …

Leave a Reply