Home / Berita / Asep Siap Mundur dari Ormas

Asep Siap Mundur dari Ormas

KOTAMOBAGU – Surat Ketua KPU RI Nomor 666/SDM.12.-SD/05/KPU/XI/2017 tertanggal 7 November 2017 terkait anggota KPU wajib mundur dari kepengurusan ormas, akan segera ditindaklanjuti Asep Sabar, Komisioner KPU Kota Kotamobagu.
Menurut Asep, surat edaran yang mewajibkan seluruh anggotanya keluar dari kepengurusan organisasi kemasyarakatan (ormas), dalam waktu dekat ini akan ditindaklanjuti.
“Saya sudah menyiapkan draft surat pengunduran dirinya dan akan segera disampaikan ke pimpinan ormas dimana saya dipercaya sebagai pengurusnya,” kata Asep, Minggu (03/12/17).
Asep menjelaskan bahwa sebelum surat ini muncul dirinya bahkan sudah pernah menyampaikan pernyataan mundur dari pekerjaannya sebagai wartawan di Radar Bolmong, beberapa hari setelah dilantik sebagai anggota KPU Kota Kotamobagu Periode 2013-2018, pada bulan Oktober 2013 silam. “Kali ini terkait dengan ormas, akan segera ditindaklanjuti.”
Asep mengaku saat ini dirinya tercatat sebagai salah satu pengurus di Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Kotamobagu dan Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Sulawesi Utara.
“Komisioner harus taat dengan UU. Pasal 21 ayat (1) huruf k UU Nomor 7 tahun 2017 menentukan syarat untuk menjadi calon anggota KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota harus bersedia mengundurkan diri dari kepengurusan organisasi kemasyarakatan yang berbadan hukum dan tidak berbadan hukum.”
Beberapa waktu lalu Asep sempat berkonsultasi ke salah satu anggota KPU RI, Hasyim Asy’ari, terkait mundur dari ormas tersebut. Menurut Hasyim, latar belakang dikeluarkannya surat tersebut semata untuk menghindari konflik kepentingan. Cara berpikirnya dua itu. Yang paling utama lagi adalah anggota KPU diminta bekerja sepenuh waktu di institusinya. Hal tersebut merupakan syarat menjadi anggota KPU.
“Bersedia bekerja sepenuh waktu, artinya apa? menjadi anggota KPU bukan pekerjaan sambilan. Konsekuensinya bagi yang PNS atau apa, kan harus mengundurkan diri,” tegas Hasyim sebagaimana ditirukan Asep.
Asep berharap langkah ini juga untuk segera diikuti oleh komisioner KPU Kota Kotamobagu yang masih menjadi pengurus ormas. “Ia kita minta kawan-kawan komisioner KPU Kota Kotamobagu juga segera mengundurkan diri dari kepengurusan ormas karena surat keputusan pemberhentian dari ormas harus diserahkan kepada KPU RI paling lambat 30 hari terhitung sejak tanggal 29 Desember 2017,” pungkas Asep kepada media ini. (**)

About Admin KPU KK

Check Also

GCS Kota Kotamobagu

KOTAMOBAGU – Pelaksanaan Gerakan Coklit Serentak (GCS) sebagai bagian dari tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) …