Aneh, Meninggal Masuk DPT

KOTAMOBAGU – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyambut baik itikad baik partai politik (parpol) peserta pemilu 2014 yang ikut membantu mencermati daftar pemilih tetap (DPT).

Adalah Riswanto Dali, fungsionaris Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kotamobagu yang datang ke kantor KPU Kotamobagu menemui KPU Kotamobagu untuk melaporkan kejanggalan data pemilih di Kelurahan Genggulang, Kecamatan Kota Utara.

Menurut dia, untuk sementara dirinya berhasil mengidentifikasi ada tiga nama pemilih yang sudah meninggal dunia tapi masih tercatat di DPT, satu lainnya tercatat sebagai nama ganda. “Mereka yang meninggal adalah Usman Makalunseng (TPS 6 Genggulang), Indra Putra Makalunsenge (TPS 2 Genggulang), dan Abdul Kadir Maleteng (TPS 4 Genggulang). Almarhum Usman dan Indra merupakan kerabat dekat istri serta tetangga. Sementara almarhum Maleteng adalah mantan Kepala Sekolah (Kepsek) SMK Negeri 1 Kotamobagu yang belum lama meninggal,” beber Riswanto.

Bahkan salah satu caleg partai berlambang banteng moncong putih itu mempertanyakan kinerja petugas yang terkait dengan daftar pemilih maupun aparat kelurahan yang tidak segera melaporkan atau menghapus nama mereka dari daftar pemilih. “Lantaran itu saya punya niat datang langsung ke KPU Kotamobagu menyampaikan hal ini,” tegas Riswanto.

Selain menemukan tiga nama pemilih yang sudah meninggal, Riswanto juga sempat menyebutkan pemilih ganda atas nama Sair Lentang yang sehari-harinya adalah petinggi di Pemkot Kotamobagu. “Saya tahu persis dan memang tidak ada nama lain selain beliau di Kelurahan Genggulang. Pak Lentang tercatat di dua TPS yakni TPS 4 Genggulang dan TPS 5 Genggulang,” kata Riswanto.

Ketua Divisi Data Informasi, Kampanye, Humas dan Hubungan antar Lembaga KPU Kotamobagu, Asep Sabar, menyambut baik inisiatif yang dilakukan oleh Riswanto dengan menyampaikan langsung ke KPU. “Bila saja semua partai dan calon melakukan seperti ini, dipastikan kerja-kerja KPU terkait data pemilih tidak akan serumit sekarang ini,” ujar Asep di ruang kerjanya, Selasa (28/01/14).

Terkait dengan hal itu, Asep berharap kepada PPS dan PPK untuk mencermati baik-baik warga yang ada di wilayah kerjanya, jangan sampai kebobolan. “Ini menyangkut kinerja PPS dan PPK. Sebab, sebagaimana pernah disampaikan Ketua KPU Kotamobagu, kalau PPS dan PPK lalai dan tidak serius dalam melakukan tugasnya KPU punya hak untuk menggantinya. Jadi ini harus diserius benar-benar.” (**)

Leave a Reply