Home / Berita / 500 Ribu Biaya Per-TPS

500 Ribu Biaya Per-TPS

KOTAMOBAGU – Bagi para penyelenggara pemungutan suara di tingkat TPS pemerintah pusat sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 500 ribu per-tempat pemungutan suara (TPS).

Menurut komisioner KPU Kotambagu yang membidangi keuangan dan perencanaan serta logistik, Nova Tamon, anggaran tersebut sudah dipatok pemerintah di DIPA, sehingga KPU Kotamobagu hanya melaksanakannya.

“Hal ini sudah sempat dibahas saat konsolidasi nasional agar biaya TPS ditambah sesuai dengan kondisi daerah. Sebab di bagian timur ini banyak desa dan kelurahan yang sulit dijangkau. Sayangnya, saat itu salah satu pemateri dari Kementerian Dalam Negeri tidak memberikan sinyal dan tetap berpaku pada pagu anggaran yang sudah ditetapkan,” jelas Nova.

Namun demikian, lanjut Nova, ada upaya yang boleh dilakukan oleh KPU di daerah untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam rangka menambah anggaran TPS, tentunya itu juga harus disesuaikan dengan APBD daerah setempat. “Kami sudah pernah sampaikan ke walikota dan walikota Kotamobagu beberapa waktu lalu. Bahkan kami juga sudah sampaikan soal penambahan anggaran pengamanan, khususnya hansip,” jelas Nova di kantornya, Rabu (26/02/14).

Kepada media ini, Nova mengatakan sebaiknya desain TPS dibuat seminimalis mungkin agar bisa memberikan jaminan kemudahan akses, terutama bagi penyandang disabilitas dan orang-orang yang sudah uzur. “Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) penting memperhatikan lokasi pendirian TPS. Bisa saja ditempatkan di ruang terbuka atau ruang tertutup. Yang penting dapat diakses dengan mudah oleh pemilih.”

Yang terpenting juga, masih kata Nova, lokasi TPS bisa memberikan jaminan kepada pemilih untuk dapat menggunakan hak pilihnya secara langsung, umum, bebas dan rahasia. Jika TPS itu didirikan di ruang terbuka, maka harus tersedia pelindung bagi pemilih, anggota KPPS, saksi dan pengawas terhadap panas matahari dan hujan.

“Usahakan jangan sampai memberi ruang bagi orang untuk berlalu lalang di belakang pemilih pada saat memberikan suara di bilik suara. Sehingga pemilih yakin saat memberikan suara, kerahasiaan pilihannya terjamin,” ujarnya.

TPS juga sudah harus tuntas sehari sebelum pemungutan suara. “Untuk menarik pemilih datang ke TPS, KPPS bersama dengan masyarakat sekitar dapat membuat desain TPS yang lebih menarik sehingga memberikan rasa nyaman bagi para pemilih yang datang menggunakan hak pilihnya,” pungkas Nova. (**)

About Admin Website

Check Also

GCS Kota Kotamobagu

KOTAMOBAGU – Pelaksanaan Gerakan Coklit Serentak (GCS) sebagai bagian dari tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) …

Leave a Reply