2017: KPU KK Fokus Pilwako

KOTAMOBAGU – Tahun 2016 tinggal menghitung hari. Dan, tak terasa tahun 2017 sudah di depan mata.
“Tahun 2016 yang akan kita lalui menjadi waktu-waktu bersejarah bagi KPU Kota Kotamobagu, terutama terkait dengan peningkatan kapasitas serta kinerja, baik sumberdaya manusia maupun KPU Kota Kotamobagu secara kelembagaan,” tegas Nayodo Koerniawan, Ketua KPU Kota Kotamobagu, di kantornya Rabu (28/12/16) siang.
Yang terpenting dari itu semua, kata Nayodo, tahun 2017 yang akan kita masuki nanti menjadi saat-saat bersejarah dimana tahapan pilkada serentak gelombang ketiga atau pemilihan walikota dan wakil walikota (pilwako) Kota Kotamobagu akan dimulai.
“Untuk itu kita sudah berkomitmen akan menyelenggarakan pilwako sesuai dengan harapan masyarakat, yaitu langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. Masyarakat dipersilakan memantau langsung kerja-kerja kami nanti.”
Terkait pilwako, Asep Sabar, Komisioner KPU Kota Kotamobagu yang membidangi Perencanaan dan Data menjelaskan bahwa draft rancangan anggaran Pilwako Kota Kotamobagu sudah dibahas dan kabarnya sudah ditetapkan dalam APBD 2017, tinggal menunggu di-perda-kan.
“Setelah itu kita menunggu waktu yang pas untuk beraudiens dengan Walikota Kota Kotamobagu terkait kesiapan pelaksanaan Pilwako yang tahapannya dimulai pertengahan 2017 nanti. Ini penting agar pelaksanaan pesta demokrasi di daerah ini bisa berlangsung dengan baik, lancar dan damai.”
Menyangkut anggaran, masih kata Asep, pihaknya juga sudah penyusunan anggaran Pilwako Tahun 2018 dengan prinsip efisiensi dan efektifitas, bahkan dalam sinkronisasi anggaran Pilkada Serentak Tahun 2018 memperhatikan rasional serta urgensi anggaran yang disesuaikan dengan kebutuhan.
Masih terkait Pilwako, lanjut komisioner berlatar jurnalis itu, KPU Kota Kotamobagu juga sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Kotamobagu terkait pemutakhiran daftar pemilih (mutarlih) berkelanjutan.
“Pelaksanaan Pilkada serentak mendatang akan menggunakan data pemilih yang dihasilkan dari mutarlih berkelanjutan. Karenanya kami selalu berkoordinasi dengan Disdukcapil sebagai pihak yang berkewenangan penuh dengan persoalan-persoalan kependudukan.” (**)