Home / Berita / 19 PPS Belum Masukkan C1

19 PPS Belum Masukkan C1

KOTAMOBAGU – Hingga hari kelima sejak pemungutan suara 9 April, masih ada formulir C1 yang belum juga diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kotamobagu.

Akibatnya, kata Asep Sabar, komisioner KPU Kotamobagu yang membidangi data informasi pengiriman data dan scanner ke KPU RI agak terlambat. “Padahal kami berharap semuanya tuntas sebelum hari Minggu (13/04/15) hari ini. Tapi ternyata melenceng,” tegas Asep di ruang kerjanya.

Asep menambahkan, yang terbanyak belum masuk datanya adalah dari beberapa tempat pemungutan suara (TPS) di Kelurahan Gogagoman, Kecamatan Kotamobagu Barat. “Gogagoman masih ada 16 TPS yang belum memasukkan. Ada juga beberapa desa dan kelurahan yang belum lengkap TPS-nya, seperti Kelurahan Kotobangon tinggal tiga TPS belum memasukkan C1-nya. Atau total semua 19 panitia pemungutan suara (PPS) yang belum masukkan C1.”

Formulir C1 dan lampirannya yang sudah masuk tersebut selanjutnya dikirim KPU Kotamobagu ke KPU RI. Ketua KPU Kotamobagu, Nayodo Koerniawan mengatakan dari 4 kecamatan, tinggal beberapa saja yang belum masuk.

“Formulir C1 dan lampirannya yang dikirim ada dua, yang satu masuk ke kotak suara beserta berita acara pemungutan suara dan surat suara. Sedangkan formulir C1 dan lampirannya lainnya dikirim ke KPU melalui  PPS (Panitia Pemungutan Suara) dan PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan),” kata Nayodo.

Setelah melalui scanner, kata Nayodo, hasilnya dikirim ke KPU RI melalui sistem online dan melalui  CD Cakram. “Delapan hari setelah pemungutan suara, proses upload atau email dan pengiriman softfile formulir C1 dan lampirannya harus sudah selesai.”

Sebagaimana diketahui, formulir model C1 digunakan oleh petugas di setiap TPS, sebagai media pencatatan jumlah pemilih berdasarkan daftar pemilih tetap (DPT), jumlah pemilih tetap yang menggunakan hak pilihnya, pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya, serta jumlah pemilih dari TPS lain.

Ada dua kegunaan aplikasi scanning formulir C1. Pertama untuk rekaman daya, dan yang kedua, untuk bahan publikasi. Dengan dipublikasikan lebih awal dan lebih lengkap hasil scanning formulir C1, semua pihak bisa menjadikannya bahan untuk menghitung sendiri perolehan suara partai dan calon legislatif. Aplikasi penyimpanan proses scanning dalam bentuk image sedang dibuat. Rekapitulasi formulir C1 dikirim berjenjang dari TPS-PPS-PPK-KPU kabupaten/kota, untuk kemudian dilakukan rekapitulasi.

“Hasil proses rekapnya dalam bentuk excel. Hasilnya itu nanti yang akan dikirim ke KPU pusat dalam bentuk mekanisme aplikasi yang sangat sederhana. Jadi masyarakat akan diuntungkan dengan adanya data kita di seluruh TPS di Indonesia,” tambah Asep Sabar. (**)

About Admin Website

Check Also

GCS Kota Kotamobagu

KOTAMOBAGU – Pelaksanaan Gerakan Coklit Serentak (GCS) sebagai bagian dari tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) …

Leave a Reply